Sahabat MQ, apakah anda pernah mengalami kram kaki pada malam hari?

Berdasarkan studi American Family Physician pada 2012, 60 % orang dewasa di negara tersebut mengalami kram kaki di malam hari. Kram ini biasa terjadi di bagian kaki hingga betis.

Menurut Associate Professor Ilmu Kesehatan Keluarga Universitas Alberta, Scott Garrison, terdapat lima kemungkinan penyebab kram kaki di malam hari.

1. Kurangnya peregangan otot

Salah satu penyebab kram kaki di malam hari adalah kurangnya aktivitas tubuh. Kebiasaan duduk atau berdiam diri di suatu tempat dalam waktu yang terlalu lama dapat mengurangi panjang dan kelenturan otot tendon. Hal ini akan menyebabkan kram pada kaki.

2. Posisi tidur yang kurang tepat

Sejumlah pakar mengamati bahwa posisi tidur yang kurang tepat dapat membuat otot menjadi kram. Ketika kita berbaring dengan posisi tengkurap, kaki akan berada pada posisi plantar flexion, yaitu ketika jari-jari kaki menjauh dari tubuh. Hal ini dapat memendekkan otot betis, jika  kaki berada pada posisi tersebut dalam waktu lama. Sehingga, gerakan sekecil apapun dapat memicu kram.

Oleh karena itu, anda sebaiknya tidur dengan posisi menyamping ke kanan, agar jari kaki netral, seperti yang dicontohkan  Rasulullah.

3. Perubahan cuaca

Kram kaki di malam hari cenderung lebih sering terjadi pada musim panas ketimbang musim dingin. Hal ini karena pada musim panas, pertumbuhan dan perbaikan urat syaraf lebih tinggi disebabkan tingginya kandungan vitamin D yang lebih besar.

Pada saat itu, tubuh memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari. Sehingga, ketika cadangan vitamin D berada pada titik puncak, tubuh akan mempercepat perbaikan syaraf yang akan memicu kram.

4. Kurangnya cairan tubuh

Profesor Ilmu Olahraga di Universitas Goethe Jerman, Michael Behringer menjelaskan, pola musiman berpengaruh terhadap frekuensi terjadinya kram otot.

Musim panas dapat mengganggu keseimbangan cairan, sehingga menimbulkan dehidrasi yang berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam darah.

5. Olahraga yang terlalu berat

Olahraga yang terlalu berat kerap dikaitkan dengan kram otot. Seorang penulis jurnal Current Sport Medicine Reports menjelaskan, otot skeletal yang bekerja terlalu keras serta kelelahan yang berlebihan dapat memicu terjadinya kram otot.

Sahabat MQ, kram otot dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada atlet profesional sekalipun. Agar terhindar dari gejala kram otot, kita perlu menjaga keadaan tubuh agar tetap terhidrasi disertai olahraga yang cukup.

 

sumber: kompas.com

(Konten ini disiarkan dalam Program Inspirasi Siang, setiap Senin – Jum’at pukul 13.00 WIB)