Banyak keluarga yang menyambut bulan Ramadan dengan gegap gempita, namun sayangnya fokus utama mereka sering kali melenceng dari esensi ibadah yang sesungguhnya. Dalam video tersebut, Ustaz Mamat menekankan bahwa kesalahan pertama yang paling fatal adalah tidak meluruskan niat sejak awal, di mana banyak orang hanya mengincar euforia duniawi seperti baju baru atau THR. Tanpa niat yang murni karena Allah SWT, segala lelah dan dahaga selama berpuasa dikhawatirkan hanya akan menjadi aktivitas menahan lapar tanpa nilai spiritual yang berarti di hadapan Sang Pencipta.
Jebakan Fokus pada Persiapan Duniawi
Fenomena yang sering terjadi adalah keluarga lebih sibuk memikirkan menu takjil yang mewah dan rencana belanja Lebaran daripada menyiapkan bekal ruhiah yang memadai. Ustaz menjelaskan bahwa ketika Ramadan dianggap sebagai beban finansial karena pengeluaran yang meningkat, maka kebahagiaan spiritual akan tertutup oleh kecemasan materi. Padahal, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak tobat dan doa, bukan justru menjadi ajang pamer konsumerisme yang menjauhkan diri dari keberkahan bulan mulia ini.
Mengatur Target Ibadah yang Jelas
Salah satu kesalahan umum lainnya adalah keluarga tidak memiliki target ibadah yang terukur, seperti jumlah khatam Al-Qur’an atau intensitas sedekah harian. Tanpa adanya target yang jelas, waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan sering kali terbuang sia-sia hanya untuk aktivitas yang kurang produktif atau sekadar menunggu waktu berbuka. Dengan menetapkan indikator keberhasilan spiritual yang konkret, setiap anggota keluarga dapat saling memotivasi untuk meraih gelar takwa yang menjadi tujuan utama dari kewajiban berpuasa.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.