bandung

MQFMNETWORK.COM | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menetapkan lima fokus investasi baru sebagai arah pembangunan ekonomi yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Lima sektor prioritas tersebut meliputi heritage tourism, medical tourism, sport tourism, pengembangan Bandung Timur, dan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam Forum Investasi Kota Bandung pada 24 Juni 2026. Penetapan sektor prioritas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif melalui investasi yang terarah dan berkelanjutan.

Di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik investor, Pemerintah Kota Bandung menilai bahwa investasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Daerah juga harus mampu menawarkan ekosistem usaha yang kuat, kepastian regulasi, sumber daya manusia yang kompeten, serta potensi ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif.

Menjawab Tantangan Ekonomi Perkotaan

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bandung menghadapi sejumlah tantangan pembangunan. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, keterbatasan lahan di pusat kota, kebutuhan penciptaan lapangan kerja, hingga tuntutan peningkatan pelayanan publik menjadi faktor yang mendorong pemerintah menyusun arah investasi yang lebih spesifik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor perdagangan, jasa, akomodasi, makanan-minuman, pendidikan, serta ekonomi kreatif masih menjadi penyumbang utama perekonomian Kota Bandung. Namun, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang, diperlukan diversifikasi sektor yang mampu menghadirkan nilai tambah lebih besar.

Ekonom Universitas Padjadjaran, Prof. Rina Indiastuti, pernah menjelaskan bahwa investasi yang efektif bukan hanya meningkatkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor lainnya. Ketika investasi masuk ke sektor yang memiliki keterkaitan luas, maka aktivitas usaha, konsumsi masyarakat, hingga penerimaan daerah akan ikut meningkat.

Pandangan serupa juga sering disampaikan oleh ekonom senior Faisal Basri semasa hidupnya. Ia menilai kualitas investasi jauh lebih penting dibandingkan sekadar besarnya nilai investasi. Menurutnya, investasi yang ideal adalah investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat industri lokal, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Lima Fokus Investasi Dinilai Memiliki Potensi Besar

Heritage Tourism

Bandung memiliki kekayaan bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang menjadi daya tarik wisata. Pengembangan wisata berbasis warisan budaya dinilai mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

Menurut UNESCO, kota yang mampu mengelola warisan budayanya secara berkelanjutan cenderung memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas kota. Oleh karena itu, investasi pada sektor ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya.

Medical Tourism

Layanan kesehatan di Bandung berkembang cukup pesat dengan hadirnya berbagai rumah sakit modern dan tenaga medis yang kompeten. Pemerintah melihat peluang untuk menarik pasien dari luar daerah bahkan luar negeri.

Pengamat kebijakan kesehatan dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, pernah menekankan bahwa pengembangan medical tourism memerlukan kualitas pelayanan kesehatan yang tinggi, sistem rujukan yang baik, serta dukungan teknologi medis agar mampu bersaing dengan negara lain.

Sport Tourism

Bandung telah beberapa kali menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional. Pengembangan sport tourism dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, transportasi, hingga industri kreatif.

Menurut UN Tourism (UNWTO), penyelenggaraan event olahraga memiliki dampak ekonomi yang signifikan apabila didukung infrastruktur, promosi, dan keterlibatan masyarakat lokal.

Pengembangan Bandung Timur

Selama ini pertumbuhan ekonomi Bandung cenderung terpusat di wilayah tengah dan utara. Pengembangan Bandung Timur diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru sehingga pemerataan pembangunan dapat terwujud.

Pengembangan kawasan baru juga diperkirakan dapat mengurangi kepadatan di pusat kota sekaligus membuka peluang investasi pada sektor perumahan, perdagangan, jasa, pendidikan, hingga kawasan industri kreatif.

Transit Oriented Development (TOD)

Konsep TOD mengintegrasikan kawasan permukiman, pusat bisnis, ruang publik, dan transportasi massal dalam satu kawasan yang mudah diakses masyarakat.

Menurut World Bank, pengembangan kawasan berbasis transportasi publik dapat meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan di sekitarnya.

Dampak terhadap Penciptaan Lapangan Kerja

Salah satu tujuan utama kebijakan ini adalah memperluas kesempatan kerja.

Setiap sektor investasi memiliki karakteristik penyerapan tenaga kerja yang berbeda. Heritage tourism membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata, pelaku UMKM, dan industri perhotelan. Medical tourism membutuhkan tenaga kesehatan, tenaga administrasi, hingga sektor pendukung lainnya.

Sementara sport tourism akan mendorong tumbuhnya industri penyelenggara acara, jasa transportasi, kuliner, dan perhotelan. Pengembangan Bandung Timur maupun kawasan TOD juga diperkirakan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di bidang konstruksi, properti, perdagangan, hingga jasa.

Ekonom Bhima Yudhistira dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai investasi yang diarahkan pada sektor padat karya dan jasa modern memiliki peluang lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja dibandingkan investasi yang hanya berorientasi pada pembangunan aset fisik.

Namun, menurutnya peningkatan investasi harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal benar-benar menjadi penerima manfaat utama.

Infrastruktur dan Regulasi Menjadi Faktor Penentu

Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Bandung, Sugiana Jatnika, menilai keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada promosi kepada investor.

Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan tersedianya infrastruktur dasar seperti jaringan jalan, transportasi publik, utilitas, sistem drainase, serta konektivitas digital yang memadai.

Selain itu, penyederhanaan proses perizinan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor.

Pemerintah pusat sendiri melalui implementasi sistem Online Single Submission (OSS) telah berupaya memangkas birokrasi perizinan agar investasi dapat terealisasi lebih cepat. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengintegrasikan layanan tersebut dengan kebijakan daerah yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Pengembangan lima fokus investasi tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri.

Dunia usaha memiliki peran sebagai pelaku utama investasi dan pencipta lapangan kerja. Perguruan tinggi berperan menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui partisipasi aktif dalam pengembangan ekonomi lokal.

Konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dinilai menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pembangunan daerah.

Praktik tersebut telah banyak diterapkan di berbagai kota sebagai strategi memperkuat inovasi, meningkatkan daya saing, serta mempercepat implementasi kebijakan pembangunan.

Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Keberlanjutan

Di balik besarnya potensi investasi, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi. Pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, pemerataan pembangunan, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat.

Pengamat kebijakan publik menilai keberhasilan lima fokus investasi nantinya akan diukur bukan hanya dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup warga, bertambahnya kesempatan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta meningkatnya daya saing Kota Bandung di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan potensi yang dimiliki, Kota Bandung memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat investasi perkotaan yang mampu menggabungkan kekuatan sektor pariwisata, kesehatan, olahraga, pengembangan wilayah, dan transportasi modern. Namun, keberhasilan strategi tersebut akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan kebijakan, kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.