Langkah Awal Menuju Pernikahan yang Barakah
Menikah di bulan Syawal adalah impian banyak pasangan muslim yang ingin meraih pahala sunnah. Namun, persiapan yang dilakukan jangan hanya sebatas dekorasi dan katering. Ustadz Zulkarnain menekankan pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah-ibadah setelah Ramadan agar Allah memberikan kemudahan dalam proses akad hingga walimah nantinya.
Meneladani Keromantisan Rasulullah Sejak Hari Pertama
Rumah tangga Rasulullah dengan Ibunda Aisyah yang dimulai di bulan Syawal adalah potret ideal keromantisan islami. Dengan memilih waktu yang sama dengan Nabi, pasangan diharapkan dapat meneladani cara Nabi memperlakukan istri dengan penuh kasih sayang. Keberkahan waktu Syawal akan semakin terasa jika pasangan tersebut berkomitmen menjalankan hak dan kewajiban sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Doa Memohon Pasangan yang Baik Al-Quran telah mengajarkan doa bagi mereka yang mengharapkan pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).
Kesimpulan: Syawal Adalah Waktu yang Tepat untuk Berlabuh
Bagi Anda yang sudah siap secara finansial, mental, dan agama, jangan menunda lagi jika kesempatan itu datang di bulan Syawal. Menunda kebaikan tanpa alasan yang syar’i hanya akan membuka pintu was-was setan. Jadikan Syawal tahun ini sebagai saksi sejarah dimulainya perjalanan suci Anda menuju surga-Nya bersama pasangan tercinta.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan para pemuda untuk segera menikah jika sudah memiliki kemampuan (ba’ah).
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
Artinya: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan (fisik dan finansial), maka menikahlah.” (HR. Bukhari & Muslim).