Tawakal seringkali disalahpahami sebagai sikap diam menunggu nasib. Dalam kajian ini, ditegaskan bahwa tawakal adalah puncak dari ikhtiar terbaik yang telah dilakukan secara maksimal. Menyerahkan hasil kepada Allah setelah bekerja keras adalah bentuk penghambaan yang sesungguhnya.
Allah berfirman dalam QS. At-Talaq:3
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥ
Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”
Mencukupkan Diri dengan Jaminan Allah
Salah satu penghambat ketenangan adalah kekhawatiran berlebih terhadap rezeki. Kitab Ta’lim Muta’allim mengajarkan agar penuntut ilmu fokus pada proses belajar dan tidak tersibukkan oleh urusan rezeki yang sudah dijamin. Keyakinan ini akan melahirkan ketenangan batin yang luar biasa.
Menghilangkan Kerisauan Pikiran
Mengistirahatkan pikiran dari ambisi duniawi yang belum tentu tercapai adalah cara untuk menjaga kesehatan mental. Ketika seseorang terlalu risau akan dunia, hal itu justru bisa membahayakan hati, akal, dan fisiknya. Fokuslah pada apa yang menjadi kewajiban kita hari ini.
Artinya: “Barangsiapa mendalami agama Allah, maka Allah akan mencukupkan kegalauannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.