Keutamaan Puasa Syawal, Seperti Puasa Setahun Penuh
Bulan Syawal adalah bulan pembuktian cinta kita kepada Allah setelah digembleng di madrasah Ramadhan. Salah satu amalan unggulannya adalah puasa sunah 6 hari yang jika digabungkan dengan puasa Ramadhan, pahalanya setara dengan puasa setahun penuh. Namun, Prof. Miftah Faridh mengingatkan bagi yang memiliki hutang puasa (qadha), sebaiknya mendahulukan yang wajib karena ajal tidak ada yang tahu kapan menjemput.
Mendahulukan Qadha atau Puasa Sunah?
Ujian yang menimpa kita, baik berupa sakit, kehilangan, maupun ketidaknyamanan, pada hakikatnya adalah penggugur dosa-dosa kita di dunia. Sabar dalam menghadapi mehnah (ujian) adalah cara Allah mengganti hukuman kita di akhirat kelak. Dengan sikap sabar, seorang mukmin tidak akan mudah putus asa, karena ia yakin bahwa setiap kesulitan adalah bagian dari kasih sayang Allah untuk membersihkan jiwanya sebelum kembali kepada-Nya.
Rasulullah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: (Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.) (HR. Muslim)
Sabar Sebagai Penghapus Dosa di Dunia
Mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Syawal ini untuk meningkatkan kualitas sabar dan memperbanyak amal sunah. Jangan biarkan semangat ibadah menurun hanya karena Ramadhan telah berlalu. Dengan menjaga konsistensi salat, zakat, dan puasa sunah, kita sedang membangun benteng perlindungan yang kokoh dari siksa Allah serta menjemput ketenangan jiwa yang hakiki dalam naungan rida-Nya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an (Surah Az-Zumar: 10):
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: (Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.)