Waktu-Waktu Mustajab Antara Adzan dan Iqamah
Setelah salam dalam sholat, janganlah terburu-buru beranjak pergi. Ustadz Hendra mengingatkan bahwa waktu setelah sholat adalah salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Dzikir dan wirid setelah sholat berfungsi sebagai pelengkap kekurangan dalam sholat kita sekaligus penguat jiwa sebelum kembali menghadapi kerasnya dunia luar. Artikel ini memberikan panduan praktis dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk ketenangan batin.
Dzikir Setelah Sholat, Perisai Diri dari Godaan Dunia
Secara deskriptif, berdoa haruslah dilakukan dengan adab yang baik: memulainya dengan memuji Allah, bershalawat kepada Nabi, baru kemudian menyampaikan hajat kita. Doa bukan tentang seberapa keras suara kita, melainkan tentang kerendahan hati dan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar. Dalam kajian Fikih Ibadah ini, dijelaskan bahwa doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh setelah sholat fardhu memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Al-Qur’an (Surah Al-Ahzab: 41):
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: (Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.)
Cara Berdoa yang Benar Agar Cepat Dikabulkan
Selain doa pribadi, penting juga untuk membaca dzikir rutin seperti istigfar, tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali. Amalan ringan ini memiliki pahala yang dapat menyaingi orang-orang kaya yang bersedekah banyak harta. Dengan menutup sholat lewat dzikir yang sempurna, kita membawa aura positif dan keberkahan dalam setiap langkah hidup kita setelah keluar dari tempat sholat.
Rasulullah bersabda:
أَىُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الآخِرُ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ
Artinya: (Doa manakah yang paling didengar? Rasulullah menjawab: “Di tengah malam terakhir dan di akhir shalat wajib”.) (HR. Tirmidzi)