Buah Zaqqum yang Menghancurkan Perut
Sahabat MQ, di saat rasa lapar memuncak, penghuni neraka hanya diberikan makanan berupa buah Zaqqum. Buah ini tumbuh dari dasar neraka dan memiliki bentuk yang sangat menjijikkan seperti kepala setan. Alih-alih mengenyangkan, buah ini justru akan mendidih di dalam perut dan menghancurkan organ dalam bagi siapa saja yang memakannya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا لَأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ
Artinya: “Seandainya setetes dari Zaqqum jatuh ke dunia, niscaya akan merusak penghidupan penduduk dunia.” (HR. Tirmidzi).
Sahabat MQ, betapa dahsyatnya racun yang terkandung dalam makanan tersebut. Jika setetes saja mampu merusak bumi, bagaimana dengan mereka yang terpaksa memakannya sebagai hidangan utama? Inilah akibat dari mengonsumsi harta haram dan mengabaikan syariat saat masih bernapas.
Minuman dari Air Mendidih dan Nanah
Rasa haus yang luar biasa akan menghampiri para penghuni neraka setelah memakan Zaqqum. Namun, Sahabat MQ, minuman yang tersedia hanyalah air yang sangat panas (Hamim) dan cairan yang keluar dari luka serta nanah penghuni neraka lainnya (Ghislin). Minuman ini akan memutus usus-usus mereka saat melewati kerongkongan.
Allah menggambarkan kengerian ini dalam firman-Nya:
وَسُقُوا۟ مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
Artinya: “…dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad: 15).
Kehausan tersebut tidak akan pernah terobati, melainkan justru menambah penderitaan yang baru. Sahabat MQ, mari kita perbanyak bersyukur atas air bersih yang masih bisa kita nikmati dengan mudah saat ini. Gunakanlah energi dari nikmat tersebut untuk senantiasa taat kepada-Nya.
Rasa Lapar yang Menjadi Siksaan Tambahan
Rasa lapar di neraka bukanlah rasa lapar biasa yang dialami manusia di dunia. Sahabat MQ, rasa lapar ini adalah bagian dari siksaan yang memaksa mereka memakan apa pun yang ada, meski itu menyakitkan. Tidak ada sedikit pun kenikmatan dalam makanan tersebut, hanya rasa pahit dan penderitaan yang bertumpuk.
Ustadz Abu Yahya menekankan bahwa setiap jenis siksaan di neraka saling berkaitan dan tidak memberi ruang untuk bernapas. Sahabat MQ, ini adalah pengingat bagi kita agar selalu menjaga perut dari hal-hal yang syubhat apalagi haram. Mari kita penuhi diri dengan nutrisi iman agar terhindar dari jamuan neraka yang mengerikan.