Takwa Sebagai Jalan Keluar Utama
Rezeki bukan hanya soal bekerja keras membanting tulang, tapi juga soal membuka pintu-pintunya melalui ketakwaan. Sahabat MQ perlu meyakini bahwa Allah adalah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Jika aturan-Nya ditaati, maka rezeki akan datang dengan cara yang tidak pernah terlintas dalam pikiran.
Allah berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 2-3:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۗ
Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
Jangan sampai demi mencari rezeki, Sahabat MQ melanggar perintah Allah. Rezeki yang didapat dengan cara yang haram tidak akan membawa keberkahan dan justru akan menjadi sumber malapetaka bagi keluarga.
Berbagi Tanpa Takut Kekurangan
Logika matematika manusia berbeda dengan logika Allah. Dalam pandangan manusia, memberi berarti berkurang, namun dalam pandangan Allah, memberi adalah menanam benih kelimpahan. Sahabat MQ jangan pernah ragu untuk bersedekah, terutama di saat sempit.
Sedekah adalah bukti kejujuran iman seseorang. Ketika tangan di atas lebih sering memberi, maka Allah akan mencurahkan karunia-Nya dari berbagai penjuru yang tidak terduga. Ini adalah janji pasti yang telah teruji sepanjang sejarah Islam.
Menghadirkan Allah dalam Pekerjaan
Bekerja adalah ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang jujur. Sahabat MQ sebaiknya menjadikan pekerjaan sebagai sarana untuk menebar manfaat bagi orang banyak. Jika orientasinya adalah pengabdian kepada Allah, maka rasa lelah akan berubah menjadi lillah (karena Allah).
Hindari sifat tamak dan rakus yang hanya akan membuat hati selalu merasa kurang. Dengan rasa cukup (qana’ah), setiap perolehan rezeki akan terasa nikmat dan mencukupi segala kebutuhan hidup.