Kembali ke Pegangan Utama Umat Islam

Dunia yang penuh dengan fitnah dan ujian seringkali membuat batin kita lelah dan cemas. Prof. Miftah Faridh menekankan bahwa Rasulullah SAW telah meninggalkan dua warisan utama agar kita tidak tersesat. Al-Qur’an dan Sunnah bukan sekadar pajangan di lemari, melainkan manual kehidupan yang harus dibuka setiap hari oleh sahabat MQ agar mental tetap stabil menghadapi kerasnya hidup.

Al-Qur’an Sebagai Resep Spiritual Modern

Banyak orang mencari ketenangan melalui meditasi atau liburan mahal, padahal resep spiritual terbaik ada di depan mata. Sahabat MQ yang rutin menyentuh Al-Qur’an akan memiliki daya tahan mental (resiliensi) yang lebih kuat. Hubungan yang akrab dengan wahyu membuat kita paham bahwa setiap ujian adalah skenario terbaik dari Allah. Rasulullah SAW berwasiat:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya: “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”

Membangun Komitmen Bersama Wahyu

Menjadi muslim yang bahagia berarti menjadikan Al-Qur’an sebagai standar kebenaran. Sahabat MQ diajak untuk mulai meluangkan waktu, meski hanya beberapa menit, untuk memahami isi kandungan ayat-ayat-Nya. Pengetahuan akan sejarah para nabi dan janji-janji Allah di dalam Al-Qur’an akan menjadi obat mujarab bagi kegelisahan yang sering melanda jiwa di zaman serba cepat ini.