Urgensi Bisa Membaca Al-Qur’an

Kesibukan mengejar karier dan pendidikan dunia terkadang membuat kita lupa pada satu literasi yang paling mendasar: kemampuan membaca Al-Qur’an. Sahabat MQ, bayangkan betapa ruginya kita jika mampu membaca ribuan buku namun buta huruf terhadap surat cinta dari Allah. Kemampuan ini adalah kewajiban pribadi yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di alam barzakh.

Mendidik Generasi Pecinta Al-Qur’an

Tanggung jawab ini tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tapi juga pada keluarga. Jangan sampai ada anggota keluarga sahabat MQ yang masih kesulitan mengeja ayat-ayat suci. Orang tua memiliki kewajiban utama untuk memastikan anak-anaknya sudah mengenal Al-Qur’an sebelum mereka mengenal gadget atau ilmu dunia lainnya. Allah memerintahkan dalam surah Al-Alaq ayat 1:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

Tiada Kata Terlambat untuk Belajar

Bagi sahabat MQ yang merasa usianya sudah tidak muda lagi, jangan pernah merasa malu untuk mulai belajar dari nol. Allah menghargai setiap tetes keringat dan kesulitan seseorang yang berusaha mengeja ayat-ayat-Nya. Menyesal di dunia karena belajar jauh lebih baik daripada menyesal setelah meninggal dunia karena membawa kegelapan akibat buta huruf Al-Qur’an.