Paru-Paru yang Bekerja di Luar Logika

Sahabat MQ, tahukah bahwa jika paru-paru kita dibentangkan luas permukaannya, ia akan setara dengan luas lapangan tenis? Di dalam organ tersebut terdapat 300 juta alveolus yang melakukan pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida dalam waktu kurang dari satu detik. Ini adalah proses difusi yang sangat cepat dan presisi.

Allah mengatur agar oksigen yang sampai ke otak kita berada dalam kadar yang pas. Jika terlalu banyak, otak bisa “terbakar”; jika terlalu sedikit, kita akan kehilangan kesadaran. Pengaturan kadar oksigen yang sangat detail ini adalah bukti bahwa hidup kita dijaga oleh Zat yang tidak pernah lalai sedikit pun.

Sebagaimana firman Allah:

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ . وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ . وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Artinya: “Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir, dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan?” (QS. Al-Balad: 8-10). Setiap organ tubuh adalah pemberian-Nya yang tak ternilai harganya.

Tafakur, Ibadah yang Sering Terlupakan

Seringkali kita hanya fokus pada ibadah ritual namun lupa pada ibadah tafakur. Sahabat MQ, memperhatikan bagaimana sel darah merah baru lahir sebanyak 2,5 juta sel setiap detik di sumsum tulang kita adalah salah satu cara untuk meningkatkan iman. Kita diingatkan bahwa di dalam tubuh kita selalu ada proses pembaruan dan kehidupan baru yang diciptakan Allah.

Ibadah tafakur membuat kita menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini, termasuk di dalam tubuh kita, yang tercipta dengan sia-sia (bathila). Semuanya memiliki maksud dan tujuan yang agung. Dengan tafakur, rasa syukur kita akan tumbuh lebih alami dan mendalam karena didasari oleh ilmu.

Allah memuji hamba-Nya yang suka bertafakur:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “…dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS. Ali Imran: 191).

Menemukan Kedamaian dalam Penyerahan Diri

Setelah memahami betapa kompleksnya tubuh kita, Sahabat MQ akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak memiliki kendali penuh atas diri sendiri. Jantung, paru-paru, dan ginjal bekerja atas perintah Allah. Penyerahan diri secara total (Islam) kepada Sang Pencipta adalah jalan satu-satunya menuju ketenangan jiwa yang hakiki.

Berhenti mencemaskan masa depan secara berlebihan, karena Allah yang mengatur triliunan sel dalam tubuh kita pasti juga akan mengatur urusan hidup kita. Selama kita berjalan di jalur syariat dan menjaga kebenaran, maka pertolongan Allah akan selalu datang tepat pada waktunya.

Ingatlah pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

Artinya; “Jagalah (hak-hak) Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi).

Dengan menjaga ketaatan kepada-Nya, kita telah memastikan bahwa Sang Pemilik tubuh ini akan senantiasa membimbing dan menjaga kita dalam kebaikan.