MQFMNETWORK.COM | Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Investasi dan Kemudahan Berusaha yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam regulasi tersebut adalah dorongan terhadap investasi hijau atau green investment.
Di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, isu keberlanjutan lingkungan kini menjadi faktor yang semakin diperhatikan. Pertanyaannya, mampukah Jawa Barat menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan upaya pelestarian lingkungan hidup?
Investasi Tidak Lagi Hanya Mengejar Pertumbuhan
Selama bertahun-tahun, keberhasilan investasi sering kali diukur dari besarnya modal yang masuk, jumlah proyek yang terealisasi, serta lapangan kerja yang tercipta.
Namun perkembangan global menunjukkan bahwa investasi kini tidak hanya dinilai dari aspek ekonomi semata. Faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance atau ESG) mulai menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kualitas investasi.
Banyak investor internasional bahkan mulai menempatkan keberlanjutan sebagai syarat utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Karena itu, berbagai daerah termasuk Jawa Barat mulai mengintegrasikan konsep pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan investasinya.
Jawa Barat Memiliki Tantangan Lingkungan yang Tidak Ringan
Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, Jawa Barat menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks.
Pertumbuhan kawasan industri, urbanisasi yang cepat, peningkatan kebutuhan energi, serta tekanan terhadap sumber daya alam menjadi isu yang harus dihadapi secara bersamaan.
Di sejumlah wilayah, persoalan pencemaran sungai, berkurangnya lahan produktif, pengelolaan sampah, hingga risiko bencana ekologis masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, kebijakan investasi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru di masa depan.
Investasi Harus Menghasilkan Pertumbuhan Berkualitas
Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi, menilai bahwa investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak cukup hanya dinilai dari besarnya nilai modal.
Dalam pembahasan mengenai Perda Investasi dan Kemudahan Berusaha, ia menjelaskan bahwa investasi harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup karena dampaknya justru dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
“Yang dibutuhkan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Investasi Hijau Dinilai Menjadi Kebutuhan Masa Depan
Menurut Acuviarta Kartabi, tren investasi global saat ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap sektor-sektor yang ramah lingkungan.
Investasi di bidang energi terbarukan, industri rendah emisi, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, hingga teknologi hijau semakin diminati karena dianggap lebih berkelanjutan.
Ia menilai Jawa Barat memiliki peluang besar untuk menarik investasi jenis ini mengingat potensi sumber daya, pasar yang besar, serta posisi strategis sebagai pusat industri nasional.
Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pemerintah mampu menghadirkan regulasi yang jelas dan konsisten.
“Investasi hijau bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam pembangunan ekonomi modern,” katanya.
Jangan Sampai Lingkungan Menjadi Korban
Acuviarta Kartabi mengingatkan bahwa dalam upaya mengejar investasi, pemerintah tetap harus menjaga keseimbangan dengan aspek lingkungan.
Menurutnya, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa investasi yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan sering kali menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Kerusakan lingkungan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi, ketahanan pangan, hingga kualitas hidup generasi mendatang.
Karena itu, prinsip keberlanjutan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan investasi daerah.
Kepastian Regulasi Menjadi Faktor Penting
Selain komitmen terhadap lingkungan, Acuviarta Kartabi menilai kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam mendorong investasi hijau.
Menurutnya, investor membutuhkan aturan yang jelas mengenai standar lingkungan, proses perizinan, insentif investasi, serta mekanisme pengawasan.
Kepastian tersebut penting agar pelaku usaha dapat merencanakan investasi jangka panjang dengan lebih baik.
Ia menjelaskan bahwa regulasi yang konsisten juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan.
Hilirisasi dan Industri Ramah Lingkungan Perlu Didorong
Dalam berbagai kesempatan, Acuviarta Kartabi juga menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Namun menurutnya, proses hilirisasi yang dikembangkan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan industri pengolahan berbasis teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing ekonomi tanpa memperbesar tekanan terhadap sumber daya alam.
Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan secara bersamaan.
Peran Masyarakat dan Dunia Usaha Tidak Bisa Diabaikan
Keberhasilan investasi hijau tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Menurut Acuviarta Kartabi, dunia usaha juga harus memiliki komitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
Di sisi lain, masyarakat perlu dilibatkan dalam proses pembangunan agar berbagai proyek investasi dapat berjalan secara transparan dan memberikan manfaat yang nyata.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan model pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Menjaga Keseimbangan Menjadi Tantangan Utama
Masuknya investasi hijau sebagai salah satu prioritas dalam Perda Investasi dan Kemudahan Berusaha menunjukkan bahwa Jawa Barat mulai menyesuaikan diri dengan arah pembangunan global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
Namun sebagaimana disampaikan Acuviarta Kartabi, tantangan terbesar bukan sekadar menarik investasi baru, melainkan memastikan bahwa investasi tersebut mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Jika keseimbangan tersebut dapat dijaga, Jawa Barat berpeluang menjadi salah satu daerah yang tidak hanya unggul dalam menarik investasi, tetapi juga mampu membangun ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.