Strategi Cerdas Meluruskan Niat di Bulan Mulia
Melaksanakan ibadah sunah dengan totalitas tentu menjadi impian setiap muslim yang merindukan rida Allah SWT. Namun, dalam program Inspirasi Qur’an – Tadabbur Al Qur’an di Radio 102.7 MQFM Bandung, materi yang disampaikan oleh Ustadz Firman Afifudin Saleh, M.Ag., seorang Instruktur Bahasa Arab Quamus Arabic, mengingatkan sebuah rahasia penting agar ibadah kita tidak terjebak dalam keserupaan dengan tradisi kaum lain. Beliau memaparkan bahwa untuk menyempurnakan keutamaan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk mendampinginya dengan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
Pendampingan ini bukan sekadar tambahan amalan tanpa makna, melainkan sebuah strategi spiritual yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk membedakan identitas ibadah umat Islam (tasyabbuh). Sahabat MQ perlu mengetahui bahwa kaum Yahudi juga mengagungkan hari Asyura dengan berpuasa sebagai bentuk penghormatan atas keselamatan Nabi Musa AS. Dengan menambah satu hari puasa di tanggal sembilan, kesucian ibadah kita menjadi lebih murni dan sepenuhnya berlandaskan pada syariat Islam yang luhur.
Keinginan kuat untuk tampil beda dalam hal kebaikan ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW di akhir hayat beliau. Dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim, beliau menyampaikan sebuah tekad yang menjadi panduan bagi kita semua:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: “Akan datang tahun depan, jika aku masih hidup, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).”
Rahasia di Balik Tanggal Sembilan Muharram
Meskipun Rasulullah SAW telah wafat sebelum tahun berikutnya tiba dan belum sempat melaksanakan puasa Tasu’a secara fisik, ketetapan ini telah menjelma menjadi sunah hammiyah (keinginan kuat Nabi) yang sangat berharga. Para ulama sepakat bahwa mengamalkan puasa Tasu’a adalah bentuk kepatuhan tertinggi terhadap cita-cita spiritual yang diwariskan oleh beliau. Hal ini membuktikan betapa Islam sangat memperhatikan detail-detail kecil dalam menjaga kemurnian akidah umatnya.
Bagi Sahabat MQ, menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura sekaligus memberikan manfaat ganda yang sangat luar biasa bagi kesehatan jasmani dan rohani. Secara spiritual, kita telah berhasil menjalankan dua sunah sekaligus dalam satu momentum yang berdekatan. Secara fisik, berpuasa selama dua hari berturut-turut memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi secara lebih optimal setelah melewati bulan-bulan sebelumnya.
Kehati-hatian dalam beribadah agar tidak menyerupai kaum lain ini juga berakar dari prinsip umum yang sering ditekankan dalam Islam. Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya agar memiliki karakter yang kuat dan mandiri, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Dawud:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Memaksimalkan Momentum Dua Hari Penuh Keberkahan
Menyusun agenda untuk melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram adalah langkah nyata untuk meraih kesempurnaan pahala di bulan Allah. Persiapan dapat dimulai dengan mengajak keluarga terdekat untuk sahur bersama, sehingga atmosfer ibadah di dalam rumah terasa semakin hidup dan hangat. Momentum dua hari ini juga menjadi waktu yang sangat mustajab untuk memperbanyak doa demi kebaikan masa depan keluarga dan umat.
Ketika Sahabat MQ berhasil memadukan puasa Tasu’a dan Asyura, kelapangan hati dan ketenangan jiwa akan terasa jauh lebih mendalam. Kita tidak lagi sekadar ikut-ikutan tren ibadah, melainkan bergerak atas dasar ilmu dan pemahaman sejarah yang kokoh. Rasa syukur yang membubung tinggi di akhir hari kesepuluh akan menjadi penutup yang manis bagi awal tahun Hijriah kita.
Mari kita sebarluaskan ilmu yang berharga ini kepada karib kerabat agar tidak ada lagi umat Islam yang melewatkan puasa Tasu’a. Semoga dengan menghidupkan sunah yang dicita-citakan oleh Rasulullah SAW ini, kita diakui sebagai umat yang setia dan berhak mendapatkan syafaat beliau di hari akhir kelak. Selamat bersiap menyambut hari-hari penuh ampunan di bulan Muharram!