Dua Belas Bulan Keberkahan Dimulai dari Sini
Awal dari sebuah perjalanan sering kali menentukan bagaimana akhir dari perjalanan tersebut akan terbentuk dengan sempurna. Melalui program Inspirasi Qur’an – Tadabbur Al Qur’an di Radio 102.7 MQFM Bandung, materi yang disampaikan oleh Ustadz Firman Afifudin Saleh, M.Ag., seorang Instruktur Bahasa Arab Quamus Arabic, mengingatkan bahwa bulan Muharram berdiri tegak sebagai pintu gerbang utama menuju lembaran baru kalender Hijriah. Mengabaikan momentum awal tahun ini sama saja dengan menyia-nyiakan fondasi utama yang bisa menyangga keberkahan hidup selama dua belas bulan ke depan.
Ketika kalender berganti, sering kali fokus manusia hanya tertuju pada perayaan yang bersifat seremonial belaka tanpa menyentuh esensi spiritual yang sesungguhnya. Bagi Sahabat MQ, awal tahun Hijriah seharusnya dipandang sebagai garis start untuk memacu diri dalam kebaikan dan melakukan evaluasi total (muhasabah) atas segala kekurangan di tahun lalu. Mengawali langkah dengan fondasi keimanan yang kokoh akan memancarkan energi positif yang menuntun hari-hari berikutnya.
Kebiasaan baik di awal waktu ini sejalan dengan prinsip spiritual bahwa amal kebaikan yang konsisten akan melahirkan kebaikan-kebaikan berikutnya. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang pandai memanfaatkan momentum emas untuk memperbaiki diri, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَت| لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah.”
Investasi Amal Saleh di Garis Start Hijriah
Melakukan investasi spiritual di awal tahun Hijriah dapat diibaratkan seperti menanam benih unggul di tanah yang sangat subur pada musim yang tepat. Setiap amal saleh yang ditunaikan di bulan Muharram, sekecil apa pun itu, memiliki dampak yang sangat besar terhadap stabilitas batin dan spiritual seseorang. Kebiasaan berwudu, menjaga salat awal waktu, dan memperbanyak sedekah subuh di awal tahun akan membentuk pola hidup yang disiplin.
Sahabat MQ perlu menyadari bahwa keberkahan sepanjang tahun tidak datang secara tiba-tiba tanpa adanya usaha yang disengaja dan direncanakan dengan baik. Dengan menyusun target ibadah yang jelas di bulan Muharram, jiwa akan terbiasa untuk berjalan di atas rel ketakwaan yang mapan. Momentum ini adalah waktu yang paling bersih untuk melukis cetak biru spiritual yang baru demi meraih rida Allah SWT.
Rasulullah SAW juga senantiasa mengingatkan umatnya untuk mempergunakan kesempatan sebelum datangnya kesempitan agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, beliau memberikan wasiat yang sangat berharga bagi setiap mukmin:
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ
Artinya: “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, dan sehatmu sebelum sakitmu.”
Memutus Rantai Kelalaian demi Masa Depan yang Cerah
Penyesalan selalu datang di akhir ketika waktu-waktu utama telah berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak amal yang berarti. Oleh karena itu, memutus rantai kemalasan tepat saat hilal Muharram muncul adalah keputusan paling bijak yang bisa diambil oleh seorang hamba. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang dengan Al-Qur’an dan sajadah salat malam.
Melangkah bersama lingkaran kebaikan di awal tahun ini akan menguatkan tekad Sahabat MQ untuk menepis godaan-godaan duniawi yang melalaikan. Kebahagiaan yang hakiki akan dirasakan oleh mereka yang mampu menundukkan hawa nafsunya demi menyambut seruan keberkahan dari Sang Pencipta Waktu. Setiap hari baru di tahun baru Hijriah adalah lembaran putih yang menanti untuk ditulis dengan tinta emas kebajikan.
Mari mengencangkan ikat pinggang spiritual dan meluruskan niat hanya untuk mencari wajah Allah SWT yang Maha Pengasih. Semoga dengan awal yang bersih dan penuh perjuangan ini, Allah SWT mengalirkan keberkahan yang tiada putus di sepanjang tahun yang akan dilewati. Keyakinan yang kuat dan tindakan yang nyata adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan duniawi sekaligus ukhrawi.