Air Bersih Kota Bandung Diakui ASEAN
MQFMNETWORK.COM | BANDUNG – Kota Bandung baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan dari ASEAN sebagai salah satu kota dengan pengelolaan air bersih terbaik di kawasan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota, masyarakat, serta pihak-pihak terkait dalam menjaga kualitas dan ketersediaan air telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Penghargaan tersebut diraih dalam rangkaian ke 18 ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (AMME). Capaian ini bukan sekadar simbolis, melainkan berdasarkan sejumlah indikator yang ketat, mulai dari aspek keberlanjutan, inovasi, hingga keterlibatan masyarakat. Bandung dinilai berhasil menata sistem pengelolaan airnya sehingga mampu menjadi contoh baik bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Selain Bandung, beberapa daerah lain di Indonesia juga berhasil meraih penghargaan serupa, antara lain Kota Malang, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, dan Banyumas. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga kualitas lingkungan, khususnya air bersih, semakin meluas di berbagai daerah.
Menurut penjelasan Dr. Ir. Agung Wijoyo Hadi Soeharno, M.Eng, Bandung memiliki keunggulan dalam hal sumber daya air, terutama yang berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Namun, keunggulan tersebut harus tetap diiringi dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah peremajaan infrastruktur, seperti pipa distribusi, fasilitas penampungan, hingga sistem pengolahan air limbah agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan sebuah masterplan pengelolaan air bersih yang diproyeksikan dapat bertahan hingga 50 tahun ke depan.
Sejalan dengan amanat Undang-Undang Sumber Daya Air (UU SDA), pemanfaatan air bersih sebaiknya mengutamakan air permukaan, sedangkan penggunaan air tanah hanya dilakukan dalam kondisi darurat. Upaya lain yang juga didorong adalah penerapan teknologi rainwater harvesting (pemanfaatan air hujan) serta edukasi masyarakat terkait manajemen penggunaan air secara bijak.
Dalam kerangka edukasi ini, dikenal istilah SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Construction, Operation, and Maintenance) yang kini dikembangkan dengan tambahan satu unsur penting yaitu + E Edukasi. Edukasi dianggap krusial untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar turut menjaga keberlanjutan air bersih sejak dari rumah tangga hingga skala kota.
Selain itu, juga diterapkan konsep manajemen penggunaan air lemah, yaitu upaya pengelolaan air limbah rumah tangga maupun industri agar tidak mencemari sumber air bersih. Dengan manajemen yang tepat—melalui pengolahan, daur ulang, hingga pemanfaatan kembali—air lemah dapat ditekan dampak negatifnya sekaligus dimaksimalkan manfaatnya. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan air di perkotaan yang terus berkembang pesat.
Dengan penghargaan ini, Bandung tidak hanya mengukir prestasi di mata dunia, tetapi juga memantapkan komitmen untuk terus berbenah dalam mewujudkan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan, adil, dan bermanfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Program : Sudut Pandang – Inspirasi Pagi
Narasumber : Dr. Ir. Agung Wijoyo Hadi Soeharno, M.Eng
Penyiar : Muhammad Huda – Syifa Khoirun Nisa