MQFMNETWORK.COM | Bandung – Komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan kembali ditegaskan oleh DT Peduli melalui penyelenggaraan Public Expose 2026 yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Daarul Hajj Daarut Tauhiid, Kota Bandung. Mengusung tema “Expand the Kindness, Empower the Ummah, Experience the Impact”, agenda tahunan ini menjadi ruang pertanggungjawaban publik atas amanah yang telah dipercayakan masyarakat sekaligus menampilkan dampak nyata dari berbagai program pemberdayaan yang dijalankan sepanjang tahun.
Berbeda dari sekadar pemaparan laporan kinerja, Public Expose 2026 dikemas sebagai sebuah experience event yang mengajak para tamu merasakan secara langsung nilai, perjalanan, dan perubahan yang lahir dari kolaborasi antara DT Peduli, para donatur, mitra strategis, serta masyarakat.
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa setiap amanah yang diterima bukan hanya dikelola secara profesional, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.
“Public Expose bukan hanya menyampaikan angka dan capaian, tetapi menghadirkan bukti bahwa amanah yang dititipkan telah berubah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Amanah yang Dipertanggungjawabkan Secara Terbuka
Public Expose menjadi bentuk komitmen DT Peduli dalam menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial lainnya yang transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui forum ini, para donatur, mitra, pemerintah, hingga berbagai pemangku kepentingan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program, capaian lembaga, serta arah pengembangan DT Peduli di masa mendatang.
Selain menjaga akuntabilitas, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan para mitra yang selama ini bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Empat Pilar Pemberdayaan Umat
Dalam pemaparannya, Jajang Nurjaman menjelaskan bahwa seluruh program DT Peduli berfokus pada empat pilar utama pemberdayaan, yaitu:
Pilar Ekonomi
Melalui program seperti Misykat, Desa Ternak Mandiri, UKM Unggul, dan Petani Unggul, DT Peduli mendorong masyarakat agar mampu membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pilar Pendidikan
Program pendidikan diwujudkan melalui pemberian beasiswa, pembinaan pelajar dan mahasiswa, serta dukungan terhadap akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Pilar Sosial Kemanusiaan
DT Peduli terus menghadirkan layanan sosial, program kebencanaan, rescue dan recovery, hingga bantuan kemanusiaan untuk berbagai wilayah terdampak, termasuk masyarakat di dunia Islam.
Pilar Dakwah
Penguatan nilai-nilai Islam dilakukan melalui berbagai program seperti Majelis Taklim Manajemen Qalbu, Tebar Iqra dan Al-Qur’an, Ramadhan Peduli Negeri, hingga Qurban Peduli Negeri.
Menurut Jajang, keempat pilar tersebut saling melengkapi dalam membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi, kuat secara spiritual, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Menyusun Peta Jalan untuk Masjidil Aqsa
Dalam kesempatan tersebut, DT Peduli juga menyampaikan komitmen jangka panjang terhadap isu kemanusiaan internasional.
Jajang Nurjaman mengungkapkan bahwa DT Peduli tengah menyusun peta jalan (roadmap) selama 20 tahun sebagai bagian dari upaya mendukung kemakmuran Masjidil Aqsa melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat Palestina.
Langkah ini menjadi bagian dari visi keberlanjutan DT Peduli dalam menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga oleh saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia.
Inovasi Digital untuk Memperluas Kebaikan
Sejalan dengan tema yang diusung, DT Peduli juga memperkenalkan sejumlah inovasi guna mempermudah masyarakat berpartisipasi dalam gerakan kebaikan.
Salah satunya adalah kehadiran Sedekah.id, sebuah platform digital yang dirancang agar proses berdonasi menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai wilayah.
Selain itu, DT Peduli juga memperkuat kampanye kepedulian terhadap Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam membantu saudara-saudara yang membutuhkan.
Profesionalisme Menjadi Kunci Pengelolaan Zakat
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ical Faisal, menyampaikan apresiasi terhadap upaya DT Peduli yang terus berinovasi dalam pengelolaan dana sosial keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa semangat tema Expand the Kindness bukan hanya berbicara tentang memperluas jangkauan program, tetapi juga memperluas inovasi agar manfaat yang dihasilkan semakin dirasakan masyarakat.
Menurutnya, konsep Empower harus mampu melahirkan masyarakat yang lebih produktif melalui berbagai program pemberdayaan, sedangkan Experience berarti menghadirkan pengalaman positif yang akan membangun loyalitas dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme dalam pengelolaan zakat menjadi fondasi utama agar kepercayaan publik terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Perencanaan yang Matang Menentukan Keberhasilan Program
Sementara itu, Dr. Ahmad Sauqi dari Kementerian Agama Republik Indonesia menekankan pentingnya proses perencanaan dalam setiap program pemberdayaan.
Menurutnya, lembaga filantropi harus memiliki perencanaan yang matang, terstruktur, serta berorientasi pada dampak agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi langkah DT Peduli yang tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan mekanisme evaluasi dan pertanggungjawaban secara terbuka melalui Public Expose.
Dari Transparansi Menuju Dampak Berkelanjutan
Mengusung semangat “Expand the Kindness, Empower the Ummah, Experience the Impact”, Public Expose 2026 menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial tidak berhenti pada proses penghimpunan, melainkan diwujudkan menjadi perubahan nyata di tengah masyarakat.
Melalui transparansi, inovasi digital, penguatan kolaborasi, serta berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, sosial kemanusiaan, dan dakwah, DT Peduli terus memperkuat perannya sebagai lembaga filantropi yang profesional, amanah, dan berdampak.
Public Expose 2026 pun menjadi titik tolak untuk memperluas kebermanfaatan di masa mendatang, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam menghadirkan kebaikan yang semakin luas, memberdayakan umat, dan menghadirkan dampak yang berkelanjutan.