Strategi Menghadapi Ujian dengan Rumus STRESS
Dalam kajiannya, Ustaz Agus Suhendar memperkenalkan sebuah metode unik yang disebut rumus “STRESS” sebagai kunci menghadapi musibah. Huruf S pertama berarti ‘Siapkan diri dengan ilmu dan iman’. Bekal ini sangat krusial, karena tanpa iman, guncangan kecil akan terasa meluluhlantakkan. Ilmu menempatkan kita di atas masalah, bukan di bawahnya, sehingga kita bisa bertindak rasional.
Huruf selanjutnya, T, berarti ‘Tidak mempersulit diri’ dengan selalu berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah. Kemudian R adalah ‘Rida’ terhadap takdir yang telah terjadi. Sikap rida mendatangkan ketenangan karena kita yakin akan skenario terbaik-Nya. Dalam sebuah Hadis Qudsi (HR. Bukhari & Muslim), Allah berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.”
Langkah terakhir adalah E untuk ‘Evaluasi diri’ serta S (Sabar-Salat) dan S (Serahkan urusan). Ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
Kekuatan Iman dalam Situasi Krisis
Kunci utama dalam rumus STRESS adalah menempatkan iman di posisi tertinggi. Saat menghadapi musibah, iman adalah pelindung yang mencegah hati dari keputusasaan dan keluhan yang tidak perlu. Allah menjanjikan petunjuk bagi mereka yang beriman, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah At-Taghabun ayat 11:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.”
Ilmu juga berperan penting agar kita tidak salah langkah dalam menyelesaikan masalah. Dengan evaluasi diri, kita bisa mencari tahu di mana letak kesalahan kita sehingga ujian tersebut datang. Penyerahan diri secara total (Tawakkal) membuat kita tenang, karena yakin bahwa Allah akan mengambil alih urusan yang tidak mampu kita selesaikan.