Rumah Qur'an

Memahami Peran Strategis Keluarga Dalam Islam

Keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat, melainkan sebuah “sekoci” yang akan menghantarkan anggotanya menuju dermaga surga. KH. Hery Saparjan menjelaskan bahwa memori yang paling kuat bahkan setelah kematian adalah memori tentang keluarga. Oleh karena itu, membangun keluarga yang harmonis di atas fondasi agama adalah tugas utama setiap Muslim agar bisa berkumpul kembali di akhirat kelak.

Tantangan di era modern ini sangat besar, di mana arus informasi dan gaya hidup sering kali menjauhkan anggota keluarga satu sama lain. Tanpa pegangan Al-Qur’an, sekoci keluarga akan mudah karam diterjang badai fitnah. Ramadhan harus dijadikan momentum untuk “kalibrasi ulang” hubungan antaranggota keluarga dengan menempatkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai aturan utama di dalam rumah.

Allah SWT berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Sifat Istri Salihah dan Suami Bertanggung Jawab

Rumah tangga yang Qur’ani dicirikan oleh adanya kerja sama antara suami dan istri dalam ketaatan. Suami yang hatinya terpaut pada Al-Qur’an akan menjadi pemimpin yang lemah lembut namun tegas dalam mendidik keluarganya. Sebaliknya, istri yang salihah adalah ia yang taat kepada suaminya demi mencari rida Allah dan pandai menjaga amanah saat suaminya tidak berada di rumah.

KH. Hery menekankan bahwa Al-Qur’an yang masuk ke hati akan mengubah tutur kata antaranggota keluarga menjadi lebih santun. Tidak ada lagi kekerasan verbal, melainkan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Ketika anak-anak melihat orang tuanya akrab dengan Al-Qur’an, mereka akan tumbuh dengan kecintaan yang alami terhadap agama dan memiliki akhlak yang terjaga.

Rasulullah SAW bersabda mengenai ciri wanita salihah:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR. Ahmad).

Mewariskan Cahaya Al-Qur’an Kepada Generasi Mendatang

Investasi terbaik orang tua bukanlah harta, melainkan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anaknya. Keluarga yang rutin mengadakan tadarus bersama akan diliputi oleh rahmat Allah dan dijauhkan dari gangguan setan. Mari jadikan setiap sudut rumah kita bergema dengan suara tilawah, sehingga rumah tersebut menjadi tempat yang nyaman dan diberkahi.

Menjelang Ramadhan di pelupuk mata, marilah kita bertekad untuk memperbaiki kualitas hubungan dalam keluarga. Jadikan bulan suci ini sebagai ajang untuk saling memaafkan dan meningkatkan ibadah bersama-sama. Dengan demikian, kita tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga mampu membawa seluruh anggota keluarga menuju dermaga kebahagiaan yang abadi di surga Allah SWT.

Sebagaimana doa yang diajarkan Allah dalam surah Al-Furqan ayat 74:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”