gedung sate

Mencermati Arah Kebijakan Pembangunan Kota Bandung

MQFMNETWOR.COM | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Bandung sebagai pusat pertunjukan seni di masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-215 Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis yang akan ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah pembangunan infrastruktur pertunjukan berskala besar. Gedung yang direncanakan itu akan mampu menampung 5.000 hingga 10.000 penonton, dan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kota Bandung sebagai pusat kuliner dan seni.

Menurut Dedi, selain pembangunan sarana pertunjukan, Pemprov Jabar juga akan membangun fasilitas olahraga dan mempercantik tata ruang kota. Adapun keinginan hingga bandung tumbuh sebagai kota yang menjadi pusat kuliner, pusat pertunjukan seni, serta kota yang merepresentasikan hamparan taman indah dan bangunan-bangunan heritage yang tertata rapi,” ujar Dedi.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Pemprov Jabar sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandung dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE). Pembangunan pusat pertunjukan ini akan memperkuat posisi Bandung sebagai kota wisata kreatif dan destinasi utama kegiatan MICE.

Di sisi lain, Yogi Suprayogi pengamat kebijakan publik menyampaikan bahwa arah pembangunan tersebut sudah tepat. Ia menjelaskan, Kota Bandung tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang, pertanian, atau perikanan. Oleh karena itu, potensi utama Bandung berada pada sektor jasa dan ekonomi kreatif. Bandung itu hidup dari jasa, salah satu potensi terbesarnya adalah ekonomi kreatif yang berfokus pada dua hal: peningkatan hak kekayaan intelektual dan pengembangan seni pertunjukan. Hal ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23.

Lebih lanjut, Yogi menekankan bahwa inisiatif pembangunan gedung pertunjukan harus diiringi dengan penguatan tata kelola dan kebijakan pendukung.
Ditegaskan juga Kota Bandung memang menjadi barometer ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, belakangan muncul banyak kota lain yang justru lebih kreatif karena belajar dari Bandung. Maka dari itu, pembangunan gedung pertunjukan penting, tapi harus diikuti dengan peraturan daerah dan peraturan wali kota yang mendukung.

Sebagai langkah pendukung, Yogi juga mendorong agar Pemerintah Kota Bandung menyusun kalender event tahunan yang terstruktur. Hal ini penting agar masyarakat dan wisatawan dapat mengetahui berbagai kegiatan seni, budaya, dan pertunjukan yang digelar di Kota Bandung.

Program : Sudut Pandang – Inspirasi Pagi
Narasumber : Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos., M.A., Ph.D
Penyiar : Muhammad Huda – Muhammad Dafa