palestine

Menyoroti Solidaritas Untuk Kemerdekaan Palestina

MQFMNETWORK.COM | BANDUNG – Israel kembali memicu kecaman dunia setelah mendeportasi 137 aktivis internasional yang ditahan dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Para aktivis yang dideportasi tersebut berasal dari berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Italia, Inggris, Swiss, Yordania, dan beberapa negara lainnya.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal yang berlayar menuju Gaza dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla memang dicegat dan ditangkap oleh militer Israel di perairan internasional.
Tindakan Israel yang menghentikan armada pembawa bantuan untuk Gaza pada Rabu pekan lalu itu pun memicu gelombang protes besar di berbagai kota dunia.

Ribuan orang turun ke jalan di kota-kota besar seperti Roma, Milan, Madrid, Istanbul, dan beberapa kota lain di Eropa. Massa aksi dengan tegas mengutuk tindakan Israel sekaligus menuntut kemerdekaan penuh bagi Palestina.
Di Italia, para demonstran bahkan memblokade stasiun metro di Roma sambil meneriakkan seruan “Free Palestine” sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza.

Menurut Dr. Maimon, aksi solidaritas dunia ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat global yang menyadari kebrutalan dan ketidakadilan yang dilakukan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina. Ia menjelaskan bahwa penculikan para aktivis dan pembajakan kapal sipil di perairan internasional telah memicu aksi solidaritas besar di berbagai negara, termasuk Italia, Belanda, dan Inggris.
Hal ini menandakan bahwa dunia kini semakin terbuka mata dan hatinya terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Lebih lanjut, Dr. Maimon menegaskan bahwa keberpihakan umat Islam terhadap Palestina sangatlah jelas. Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, dan Masjid Al-Aqsa memiliki posisi yang sama pentingnya seperti Ka’bah, tempat umat Islam memusatkan arah salat.
Selain itu, Indonesia memiliki utang sejarah terhadap Palestina.
Pada tahun 1944, sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Mufti Besar Palestina, Syekh Amin Al-Husayni telah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, Dr. Maimon menilai bahwa pemerintah Indonesia perlu tetap tegas dan konsisten dalam membela Palestina. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam agenda kolonialis Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris yang terus menjajakan konsep “two-state solution” atau solusi dua negara.
Menurutnya, konsep tersebut justru merupakan cara halus untuk melanggengkan penjajahan Israel, karena berarti mengakui keberadaan negara penjajah yang telah mencaplok tanah-tanah milik bangsa Palestina.

Saat ini, hal yang lebih mendesak adalah menghentikan genosida yang terjadi di Gaza. Kondisi masyarakat sipil sangat memprihatinkan, lebih dari 900 ribu warga terpaksa mengungsi dari wilayah utara Gaza menuju kawasan Mawasi di bagian selatan, yang hanya mencakup sekitar sepertiga dari luas wilayah Gaza.
Sementara itu, sekitar 30 negara kini berupaya mendorong mekanisme “Uniting for Peace” di Majelis Umum PBB. Jika 151 negara yang telah mengakui kemerdekaan Palestina bersatu dalam langkah ini, maka keputusan tersebut dapat melampaui veto Dewan Keamanan PBB yang selama ini selalu digunakan Amerika Serikat untuk melindungi Israel.

Sahabat MQ, Gelombang solidaritas global ini menjadi bukti bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan hanya perjuangan satu bangsa, tetapi perjuangan kemanusiaan seluruh umat manusia. Semoga dukungan dunia yang terus mengalir dapat menjadi langkah nyata menuju kemerdekaan sejati bagi Palestina.

Program : Sudut Pandang – Inspirasi Pagi
Narasumber :  Dr. Maimon Herawati S.Sos., M.Litt
Penyiar : Muhammad Huda – Muhammad Dafa