MQFMNETWORK.COM | Keterlambatan pertolongan menjadi salah satu faktor paling berisiko bagi keselamatan lansia saat terjadi bencana. Keterbatasan fisik, kondisi kesehatan, serta minimnya akses informasi membuat lansia rentan tertinggal dalam situasi darurat.
Di Kota Bandung yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, mitigasi risiko keterlambatan pertolongan menjadi agenda penting dalam upaya perlindungan kelompok rentan.
Lansia Dan Ancaman Keterlambatan Penyelamatan
Dalam situasi bencana, kecepatan pertolongan sangat menentukan keselamatan. Namun bagi lansia, kecepatan sering kali terhambat oleh kondisi tubuh yang tidak seprima kelompok usia produktif.
BPBD Kota Bandung menilai bahwa risiko keterlambatan pertolongan pada lansia bukan semata soal jumlah korban, tetapi lebih pada keterbatasan kapasitas mereka untuk merespons bencana secara mandiri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, yang mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22 Januari 2026, menyampaikan bahwa lansia membutuhkan perhatian khusus karena sebagian sudah mengalami kesulitan bergerak dan sangat bergantung pada pendamping di sekitarnya.
Pentingnya Pemetaan Dan Penjagaan Di Lingkungan Terdekat
Salah satu langkah mitigasi yang dinilai krusial adalah pemetaan lansia di tingkat lingkungan. Tanpa data dan pengenalan yang baik, lansia berpotensi luput dari proses evakuasi.
BPBD mendorong keterlibatan lingkungan sekitar dengan langkah-langkah berikut
• mengenali keberadaan lansia di sekitar tempat tinggal
• memastikan ada pendamping atau penjaga saat kondisi darurat
• mengetahui kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus lansia
Menurut Didi Ruswandi yang mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22 Januari 2026, keberadaan orang yang siap membantu di sekitar lansia sering kali menjadi pembeda antara keselamatan dan keterlambatan pertolongan.
Sistem Peringatan Dini Dan Akses Informasi
Mitigasi keterlambatan pertolongan juga berkaitan erat dengan akses informasi yang cepat dan mudah dipahami. BPBD Kota Bandung tengah menyusun penguatan sistem peringatan dini bekerja sama dengan Diskominfo dan BMKG.
Informasi yang cepat memungkinkan keluarga dan lingkungan sekitar segera mengambil tindakan sebelum kondisi memburuk.
Menurut Didi Ruswandi yang mengudara di Radio MQFM Bandung Kamis, 22 Januari 2026, masyarakat perlu dilatih untuk peka mengamati lingkungan dan memahami potensi bencana di sekitarnya sebagai bagian dari kesiapsiagaan bersama.
Peran RT Tangguh Bencana Dan Lintas Sektor
Untuk mempercepat pertolongan bagi lansia, BPBD Kota Bandung juga mendorong penguatan RT Tangguh Bencana serta koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Sosial dan layanan kesehatan.
Struktur kewilayahan dinilai strategis untuk memastikan tidak ada lansia yang terabaikan saat bencana terjadi.
Langkah ini mencakup
• penyiapan relawan lingkungan
• rambu dan titik kumpul yang mudah dikenali
• mekanisme evakuasi yang responsif terhadap kebutuhan lansia
Menuju Pertolongan Yang Lebih Cepat Dan Inklusif
Mitigasi risiko keterlambatan pertolongan bagi lansia bukan hanya soal kesiapan alat dan sistem, tetapi juga soal kepedulian sosial dan solidaritas warga.
Dengan memperkuat pemetaan, pendampingan, serta sistem peringatan dini, Kota Bandung diharapkan mampu meminimalkan risiko keterlambatan penyelamatan bagi lansia dan membangun lingkungan yang lebih inklusif serta tangguh menghadapi bencana.