MQFMNETWORK.COM | Dalam rangka memperingati milad ke-35 Daarut Tauhid (DT), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Daarut Tauhid Kota Bandung menggelar rangkaian kegiatan religius berupa Khataman Al-Qur’an 30 Juz. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Desember 2025, dan menjadi salah satu agenda utama yang sarat makna dan spirit syiar Islam. Selama kegiatan berlangsung, suasana Masjid Daarut Tauhid dipenuhi lantunan ayat suci yang menggema sejak pagi hingga sore.
Khataman Al-Qur’an ini melibatkan 17 orang pembaca Al-Qur’an yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan DKM Masjid Daarut Tauhid, santri Baitul Qur’an, serta para guru dari SMA Daarut Tauhid Boarding School. Pelaksanaan pembacaan Al-Qur’an dilakukan secara maraton dan bergiliran, dengan target menyelesaikan bacaan 30 juz dalam waktu empat hari. Untuk menjaga kualitas bacaan, setiap pembaca didampingi oleh penyimak (musa’id), sehingga bacaan dapat dipastikan terbaca dengan baik, benar, dan sesuai kaidah tartil.
Keunikan pelaksanaan kegiatan ini adalah disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masjid Daarut Tauhid. Hal ini memungkinkan kaum Muslimin dari berbagai wilayah untuk turut mengikuti secara virtual, meskipun tidak hadir secara fisik di masjid. Selama tayangan berlangsung, teks ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca ditampilkan di layar sehingga penonton dapat mengikuti bacaan, baik dengan membaca bersama maupun sekadar menyimak dengan khusyuk. Inisiatif ini menjadikan kegiatan khataman tidak hanya bernuansa syiar lokal, tetapi juga sebagai bentuk dakwah digital yang menjangkau jamaah lebih luas.
Kegiatan ini tidak hanya menargetkan penyelesaian 30 juz semata, namun juga menekankan kualitas bacaan yang tartil dan merdu, sehingga mampu menyentuh hati para pendengar. Setiap lantunan ayat menjadi penyemangat spiritual dan sarana memperkuat kedekatan umat dengan kitab suci.
Menurut Kepala Bagian Dakwah dan Ibadah Masjid Daarut Tauhid, Ustaz Jiwar Mustofa, penyelenggaraan khataman Al-Qur’an pada momen milad ini merupakan upaya untuk meraih keberkahan dan menumbuhkan kembali kecintaan umat kepada Al-Qur’an.
“Dengan diadakannya acara khataman Al-Qur’an 30 juz ini agar orang-orang semakin mencintai Allah, mencintai Al-Qur’an, dan Daarut Tauhid juga semakin diberi berkah oleh Allah,” ujarnya.
Ustaz Jiwar Mustofa menambahkan bahwa setiap Muslim harus menanamkan rasa cinta yang tulus terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pemiliknya kelak di akhirat.
“Dengan acara ini, kita semua berharap Al-Qur’an akan menjadi syafaat dan hujjah. Saya pun berharap agar Al-Qur’an dapat menjadi pedoman hidup setiap Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia ini,” jelasnya yang juga turut menjadi qari dalam kegiatan tersebut.
Senada dengan itu, Ketua DKM Daarut Tauhid Ustaz Taufik Hidayat menegaskan bahwa khatam bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan kompas moral umat Islam.
“Kita harus memahami bahwa Al-Qur’an adalah bukti autentik tentang kebenaran, dan kitab tersebut merupakan mukjizat yang mampu melemahkan argumen orang-orang kafir dan fasik. Al-Qur’an harus familiar di hati kaum Muslimin dan menjadi way of life,” tegasnya.
Pada penutupan acara, dipanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan dan khusus ditujukan bagi para donatur yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian milad ke-35 Daarut Tauhid.
“Semuanya adalah bentuk apresiasi dari kami, karena tanpa dukungan mereka, kegiatan khataman Al-Qur’an 30 juz ini tak akan berjalan lancar seperti yang telah berlangsung,” tutur Ustaz Taufik.
Khataman Al-Qur’an ini menjadi simbol syukur atas perjalanan panjang Daarut Tauhid sebagai lembaga dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dengan lantunan ayat suci sebagai pembuka milad, diharapkan langkah-langkah perjuangan dakwah ke depan semakin diberkahi Allah SWT, serta semakin menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dalam hati setiap Muslim.