Sehat dengan Ridha kepada Takdir Allah
Sehat bukan hanya soal tubuh yang kuat, tetapi juga tentang batin yang tenang. Banyak penyakit fisik justru bersumber dari hati yang tidak sehat — hati yang tidak ikhlas menerima ketentuan Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Ketika seseorang tidak ridha terhadap takdir, yang terjadi bukanlah kesembuhan, tetapi justru bertambahnya penyakit, baik fisik maupun mental.
Hakikat Takdir dalam Kehidupan
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika janin berusia 120 hari di dalam rahim, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan empat hal: ajal (kematian), rezeki, amal, dan nasib baik atau buruknya. Ini mengajarkan bahwa hidup manusia sepenuhnya berada dalam genggaman Allah. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. “Kullu nafsin dzāiqatul maut” — setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Begitu pula dengan rezeki; tidak ada makhluk di bumi melata pun kecuali Allah telah menjamin rezekinya. Maka, kekurangan, kesakitan, atau ujian yang datang adalah bagian dari ketetapan Allah untuk menguji keimanan hamba-Nya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, ‘Kami beriman,’ sementara mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2)
Ujian hadir bukan untuk melemahkan, tetapi untuk meningkatkan derajat dan menghapus dosa. Seperti Nabi Ayyub ‘alaihissalām yang diuji dengan penyakit berat namun tetap bersabar hingga akhirnya Allah sembuhkan dan muliakan.
Ketika seorang mukmin menerima segala takdir dengan ikhlas, maka jiwanya akan tenang. Ia yakin di balik setiap cobaan pasti ada hikmah. Kalimat “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” bukan sekadar ucapan, tapi pengakuan tulus bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya Sebaliknya, ketika seseorang menolak takdir, mudah marah, gelisah, dan berputus asa, maka batinnya menjadi sakit — yang akhirnya berdampak pada fisiknya. Banyak penyakit seperti maag kronis, jantung, hingga insomnia muncul karena hati tidak tenang dan pikiran tidak ridha.
Ujian yang terasa berat sebenarnya sudah disesuaikan dengan kemampuan kita. Yang membuat terasa tidak sanggup adalah kurangnya iman dan kebergantungan kepada Allah.
Iman itu ibarat baterai yang harus terus diisi. Jika jarang di-charge dengan ilmu, dzikir, dan majelis taklim, iman akan melemah. Oleh karena itu, perbanyaklah menuntut ilmu, berkumpul dengan orang saleh, dan berbuat kebaikan. Dengan begitu, hati akan tenang, pikiran sehat, dan tubuh pun ikut sehat.
Program: Inspirasi Malam – Kajian Tematik
Narasumber: Ustadz Jamaludin
Penyiar: Ahmad Aliudin