Hikmah di Balik Takdir yang Tampak Buruk
Manusia sering kali membenci sesuatu yang sebenarnya baik bagi mereka dan menyukai sesuatu yang justru buruk bagi mereka. Padahal, di balik setiap kesulitan, Allah telah menjanjikan kemudahan yang menyertainya. Kegagalan sering kali merupakan cara Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang lebih berbahaya di masa depan. Hal ini ditegaskan secara puitis dalam Al-Qur’an Surah Al-Insyirah ayat 5-6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”
Ketetapan Allah selalu mengandung keadilan dan hikmah yang mendalam bagi mereka yang mau berpikir. Kita harus memahami bahwa pengetahuan kita terbatas, sementara pengetahuan Allah meliputi segalanya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 216:
وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Menemukan Hikmah sebagai Anugerah
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu melakukan introspeksi diri setiap kali tertimpa kesulitan. Alih-alih menyalahkan keadaan atau orang lain, berfokuslah pada hikmah yang bisa dipetik. Barang siapa yang diberikan pemahaman tentang hikmah di balik ujian, maka ia telah mendapatkan kebaikan yang sangat besar. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
“Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.”
Introspeksi diri membuat kita menyadari bahwa kegagalan hanyalah jeda untuk menyusun strategi yang lebih baik. Allah sedang melatih mental kita agar siap menerima tanggung jawab yang lebih besar. Dengan demikian, hikmah adalah cahaya yang menerangi jalan kita menuju keberhasilan yang sesungguhnya.