Skrining Kanker ServiksÂ
Sahabat MQ, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menyerang leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini sering kali muncul secara perlahan, tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak wanita tidak menyadarinya sampai kanker sudah berkembang lebih lanjut.
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi jangka panjang virus HPV (Human Papilloma Virus), khususnya tipe risiko tinggi. Virus ini bisa bertahan di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan, tetapi secara perlahan dapat memicu perubahan sel normal di leher rahim menjadi sel kanker. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar penyakit ini bisa dicegah atau ditangani sejak awal.
Salah satu cara pencegahan efektif adalah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini sebaiknya diberikan sejak usia dini, yaitu mulai 9 hingga 14 tahun, karena pada usia tersebut sistem kekebalan tubuh akan merespons lebih baik. Namun, vaksin juga tetap bermanfaat diberikan pada usia dewasa muda. Selain itu, jika kanker serviks terdeteksi lebih awal, pengobatan bisa dilakukan sebelum kanker menyebar dan menjadi lebih sulit ditangani.
Pemeriksaan rutin atau skrining juga memegang peranan penting. Skrining dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim menggunakan alat khusus, lalu diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi adanya sel abnormal atau prakanker. Pemeriksaan ini bisa dilakukan melalui Pap Smear atau tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Rekomendasi medis menyarankan skrining mulai usia 21 tahun, setidaknya setiap tiga tahun sekali.
Selain vaksinasi dan skrining, menjaga kebersihan organ intim serta menjalani gaya hidup sehat juga menjadi langkah penting dalam mencegah kanker serviks. Pola hidup sehat mencakup mengonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, menghindari rokok, serta menjaga hubungan seksual yang aman.
Langkah-langkah mencegah kanker serviks:
- Vaksinasi HPV sejak dini.
- Menjaga kebersihan organ intim.
- Melakukan deteksi dini melalui tes Pap Smear atau IVA secara rutin.
- Menjalani gaya hidup sehat.
Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim yang umumnya disebabkan oleh infeksi HPV. Penyakit ini sering tidak bergejala di awal, sehingga pencegahan melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini sangat penting. Dengan menjaga kebersihan organ intim, rutin melakukan skrining, serta menerapkan pola hidup sehat, risiko kanker serviks bisa ditekan secara signifikan.
Program : Inspirasi Pagi – Bincang Kesehatan
Narasumber : dr. Mia Maya Ulpha
Penyiar : Rizky Alfaris