Rumus LHA: Lisan, Hati, Anggota Badan

Ustadz Abu Yahya membagikan rumus praktis agar kita senantiasa bersyukur dan istiqomah, yaitu LHA. Lisan senantiasa berdzikir, Hati mengakui segala nikmat berasal dari Allah tanpa sombong, dan Anggota badan menerapkan nikmat tersebut dalam ketaatan nyata.

Visualisasi Ibadah di Sekitar Kita

Salah satu tips praktis agar istiqomah adalah dengan membuat ibadah tersebut “terlihat”. Letakkan mushaf Al-Qur’an di tempat yang sering terlihat seperti meja kerja atau dashboard mobil. Siapkan juga kantong receh untuk sedekah agar tidak terlewat setiap ada kesempatan membantu orang lain.

Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya: “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Menjaga Kualitas Daripada Kuantitas Sesaat

 Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten (dawam) meskipun jumlahnya sedikit. Jangan memaksakan diri melakukan ibadah berat di awal namun berhenti total kemudian. Lebih baik sedikit demi sedikit namun tetap terjaga kualitasnya sepanjang hayat.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin (konsisten) meskipun sedikit.” (HR. Bukhari & Muslim)