Alasan Rasulullah Batal Memberitahu Tanggal Pasti Lailatul Qadar

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa malam yang paling dinanti umat Islam ini tidak disebutkan tanggal pastinya? Dalam kajiannya, Ustadz Mulyadi menjelaskan sebuah riwayat di mana Rasulullah SAW awalnya keluar untuk memberitahu para sahabat tentang kapan Lailatul Qadar terjadi . Namun, karena melihat dua orang Muslim sedang bertengkar, pengetahuan tersebut diangkat kembali oleh Allah SWT. Hal ini menjadi pengingat keras bagi kita bahwa perpecahan dapat menghalangi datangnya keberkahan besar.

Hikmah di Balik ‘Misteri’ Malam Seribu Bulan

Meskipun tanggal pastinya menjadi misteri, hal ini justru mengandung hikmah agar umat Islam terus bersungguh-sungguh beribadah di sepanjang malam-malam terakhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam saja. Jika kita tahu tanggalnya, mungkin kita akan malas beribadah di malam lainnya. Ketidakpastian ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar tabungan amal kita semakin melimpah melalui konsistensi ibadah.

Strategi Berburu Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir

Ustadz Mulyadi menekankan bahwa peluang terbesar ada pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Namun, karena adanya potensi perbedaan penanggalan, strategi terbaik adalah dengan menghidupkan seluruh 10 malam terakhir dengan iktikaf, salat, dan zikir. Dengan begitu, tidak ada satu pun peluang yang terlewatkan untuk meraih kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah berfriman dalam QS. Al-Qadr (97): 1-3:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ (٣) 

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”