Air Sebagai Sumber Kehidupan yang Suci

Semua makhluk hidup diciptakan dari air, dan air merupakan media utama untuk bersuci dalam Islam. Sayangnya, krisis air bersih mulai melanda berbagai daerah akibat pencemaran dan eksploitasi berlebihan. Dakwah berwawasan lingkungan menekankan bahwa menjaga kualitas dan kuantitas air adalah bagian dari menjaga kesucian ibadah kita, terutama dalam hal wudu dan thaharah.

Allah berfirman dalam (QS. Al-Anbiya: 30)

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ

Artinya: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”

Larangan Boros Air Meskipun Berlimpah

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras agar tidak boros air meskipun saat berwudu di sungai yang mengalir deras. Pesan ini merupakan tamparan bagi masyarakat modern yang sering menyia-nyiakan air bersih. Melalui dialog umat ini, Dr. Dudung mengingatkan bahwa penghematan air adalah bentuk syukur atas nikmat Allah yang harus dijaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

Rasulullah bersabda (HR. Ahmad)

لَا تُسْرِفْ فِي الْمَاءِ وَلَوْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ

Artinya: “Janganlah engkau berlebih-lebihan dalam menggunakan air, meskipun engkau berada di atas sungai yang mengalir deras.”

Konservasi Hutan dan Penyerapan Air

Hutan memiliki fungsi vital sebagai penyerap air hujan yang mencegah terjadinya kekeringan. Kerusakan hutan yang masif di Indonesia harus menjadi perhatian serius dalam agenda dakwah. Menanam kembali hutan (reboisasi) dan menghentikan penebangan liar adalah langkah konkret yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an untuk mencegah kerusakan di bumi yang telah diperbaiki oleh Allah.