Islam mewajibkan kita untuk tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah, termasuk lemah dalam ketersediaan sumber daya alam. Generasi muda atau Gen Z perlu dibekali dengan pemahaman agama yang inklusif terhadap isu lingkungan. Dakwah harus bertransformasi menggunakan media digital agar isu-isu lingkungan terasa keren dan menjadi bagian dari identitas muslim milenial.
Masjid Ramah Lingkungan (Eco-Masjid)
Visi ke depan adalah menjadikan masjid sebagai model bangunan ramah lingkungan. Mulai dari penggunaan energi surya, sistem pemanenan air hujan untuk wudu, hingga area taman yang hijau. Eco-masjid akan menjadi laboratorium nyata bagi jamaah untuk belajar bagaimana agama dan sains bekerja sama menjaga bumi, sehingga masjid bukan hanya tempat salat tetapi juga pusat pelestarian alam.
Artinya: “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”
Membangun Peradaban Hijau yang Berkelanjutan
Tujuan akhir dari dakwah berwawasan lingkungan yang diusung oleh Dr. Dudung adalah terciptanya peradaban yang seimbang (*tawazun*). Di mana kemajuan ekonomi dan teknologi tidak mengorbankan kelestarian alam. Dengan landasan Al-Qur’an dan Hadis yang kuat, umat Islam seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan bumi dari kehancuran demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Rasulullah bersabda (HR. Ahmad)
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.