Banyak orang menderita GERD dan maag kronis namun hanya bergantung pada obat-obatan medis. Padahal, Dr. dr. H. Asep Hermana mengungkapkan bahwa kunci kesembuhan terletak pada mengikuti ritme biologis yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Dengan mengatur waktu makan dan jenis asupan, lambung tidak akan memproduksi asam secara berlebih.
Mengapa Lambung Kita Sering Bermasalah?
Masalah lambung seringkali bersumber dari kebiasaan “makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang” yang tidak diterapkan dengan benar. Dr. Asep menjelaskan bahwa lambung membutuhkan ruang untuk udara dan air, bukan hanya dipenuhi oleh makanan padat. Jika ruang ini terabaikan, tekanan dalam lambung meningkat dan memicu refluks.
Allah bersabda dalam QS. Abasa: 24
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
Artinya: “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”
Keseimbangan Spiritual dan Fisik dalam Kesembuhan
Kesehatan lambung bukan hanya soal apa yang masuk ke mulut, tapi juga bagaimana ketenangan hati terjaga. Stres adalah pemicu utama asam lambung naik. Dengan mengikuti sunnah Nabi dalam menjaga ketenangan pikiran melalui zikir, sistem saraf parasimpatis akan bekerja maksimal untuk memperbaiki lapisan mukosa lambung yang rusak.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.