Membedakan Kebutuhan dan Gengsi dalam Resepsi

Sering kali niat baik untuk menikah terhambat karena biaya resepsi yang membumbung tinggi. Sahabat MQ, penting untuk diingat bahwa yang wajib dalam pernikahan adalah akadnya, sedangkan resepsi (walimah) sifatnya adalah mengumumkan pernikahan sesuai kemampuan.

Jangan sampai Sahabat MQ memulai kehidupan baru dengan beban utang hanya demi gengsi di mata tamu undangan. Fokuslah pada esensi ibadahnya, bukan pada kemewahan dekorasi yang hanya bertahan beberapa jam. Rasulullah SAW bersabda:

 أَعْظَمُ النِّكَاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مَؤُونَةً

Artinya: “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling murah maharnya (biayanya).” (HR. Ahmad).

Sederhana bukan berarti tidak berkesan. Dengan kreativitas dan niat yang tulus, Sahabat MQ tetap bisa menyelenggarakan syukuran yang hangat dan penuh makna tanpa harus menguras seluruh tabungan masa depan.

Sederhana dalam Perayaan, Megah dalam Nilai Ibadah

Alih-alih menghabiskan dana untuk hal-hal yang konsumtif, Sahabat MQ bisa mengalokasikan anggaran untuk hal yang lebih produktif, seperti uang muka tempat tinggal atau modal usaha bersama. Keberkahan sebuah acara tidak diukur dari mahalnya katering, melainkan dari doa tulus para undangan.

Undanglah kerabat dekat dan kaum dhuafa untuk berbagi kebahagiaan. Menghadirkan anak yatim atau orang yang membutuhkan dalam walimah Sahabat MQ akan mendatangkan doa-doa langit yang bisa menjadi perisai bagi rumah tangga baru.

Ingatlah firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 31:

 وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Mengutamakan Keberkahan Setelah Akad Nikah

Banyak pasangan yang habis-habisan di acara satu hari, namun kepayahan di hari-hari setelahnya. Sahabat MQ yang cerdas akan memprioritaskan “post-wedding” daripada sekadar “wedding day”. Kesiapan finansial setelah menikah jauh lebih penting untuk menjaga stabilitas emosi pasangan baru.

Kang Arif mengingatkan bahwa Allah menjanjikan kecukupan bagi mereka yang menikah untuk menjaga kesucian diri. Namun, ini harus dibarengi dengan manajemen keuangan yang baik sejak awal.

Sahabat MQ harus yakin bahwa jika niatnya adalah ibadah, Allah akan membuka pintu-pintu rezeki yang tidak disangka-sangka. Mulailah hidup baru dengan rasa syukur, karena rasa syukur itulah yang akan menambah nikmat dalam rumah tangga.