Menyadari Kehadiran Sang Khaliq dalam Setiap Helaan Napas

 Sahabat MQ, pernahkah kita merasa sesak oleh beban hidup yang seolah tiada habisnya? Sering kali rasa lelah itu muncul karena kita merasa sedang berjuang sendirian. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Hayyu, Yang Maha Hidup dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya barang sekejap pun.

Kesadaran bahwa kita adalah milik Allah dan berada dalam genggaman-Nya merupakan kunci utama ketenangan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

 هُوَ ٱلۡحَيُّ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَۗ

Artinya: “Dialah Yang Hidup kekal, tidak ada Tuhan melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (QS. Ghafir: 65).

Ketika Sahabat MQ mulai menyadari bahwa setiap sel dalam tubuh ini digerakkan oleh-Nya, maka rasa khawatir akan masa depan akan perlahan memudar. Hidup pun terasa lebih ringan karena kita tahu ada kekuatan Maha Besar yang selalu menyertai.

Ada beberapa hal atau tips yang bisa di lakukan seperti dibawah ini:

1. Tersenyum

Memperbanyak senyum menjadi salah satu cara untuk menggapai ketenangan hidup. Hal ini karena senyum merupakan cerminan dari perasaan yang positif serta keramahan. Sikap yang ramah membuat seseorang lebih disukai dan memiliki banyak teman.

2. Berhenti Mengeluh

Kurangi keluhan saat melakukan suatu hal yang mungkin tidak disukai atau menghadapi kondisi yang berbanding terbalik dari harapan.

Tidak perlu berhenti secara drastis, mulailah dari mengurangi keluhan kecil dan bertoleransi dengan keadaan. Simpan energi untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

3. Selalu Bersyukur

Bersyukur menjadi senjata untuk dapat hidup tenang serta bahagia tanpa beban. Temukan berbagai hal yang patut disyukuri setiap bangun pagi. Sebagai contoh, kesehatan yang prima, sarapan yang baik, keluarga yang harmonis, rezeki dari berbagai arah, teman-teman yang perhatian, dan sebagainya.

4. Bersikap Positif dan Lakukan Usaha Terbaik

Pastikan untuk selalu bersikap positif dalam kondisi apapun, meski tidak mudah. Selain itu, fokuslah pada hal-hal yang dapat dikendalikan, daripada mempermasalahkan hal-hal di luar kendali. Selesaikan tugas dengan kinerja terbaik.

5. Melakukan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat dapat berpengaruh terhadap kebahagiaan serta ketenangan hidup. Oleh karena itu, pastikan istirahat cukup, olahraga teratur, rutin bangun pagi, asupan nutrisi seimbang, dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

6. Hidup Sesuai Kemampuan

Penting untuk melakukan pengaturan keuangan yang tepat dan hidup sesuai kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri untuk memenuhi keinginan bila berujung pada utang.

Melepaskan Ketergantungan pada Makhluk

Banyak dari kita yang stres karena terlalu berharap pada pujian atau bantuan manusia. Sahabat MQ, manusia adalah makhluk yang lemah dan terbatas, sama seperti kita. Menggantungkan harapan pada mereka hanya akan berujung pada kekecewaan yang mendalam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Artinya: “Kekayaan sejati bukanlah dengan banyaknya harta, namun kekayaan sejati adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jiwa yang kaya adalah jiwa yang hanya merasa cukup dengan Allah. Sahabat MQ perlu melatih hati agar tidak lagi terbelenggu oleh penilaian orang lain, melainkan fokus mencari rida Allah semata.

Menyerahkan Segala Urusan kepada Al-Qayyum

Allah adalah Al-Qayyum, Yang Maha Berdiri Sendiri dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak ada satu pun urusan di alam semesta ini, termasuk masalah pribadi kita, yang luput dari pengaturan-Nya yang sempurna.

Sahabat MQ, cobalah untuk lebih sering melibatkan Allah dalam setiap rencana kecil maupun besar. Jika kita sudah berusaha maksimal namun hasilnya belum sesuai, yakinlah bahwa Allah sedang mengatur yang terbaik bagi kita.

Ingatlah wasiat Rasulullah kepada Fatimah untuk selalu membaca doa:

 يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ Artinya:

“Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” Dengan doa ini, Sahabat MQ menyerahkan kendali hidup sepenuhnya kepada Sang Pemilik Kehidupan.