Melihat Hikmah Allah di Balik Makhluk yang Terlupakan
Mungkin terdengar aneh bagi Sahabat MQ, bagaimana seekor kecoak bisa berkaitan dengan kelancaran rezeki? Poin utamanya bukan pada hewannya, melainkan pada ketulusan hati kita saat memperlakukan makhluk ciptaan Allah. Aa Gym mengingatkan bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini; bahkan seekor kecoak yang terjatuh di hadapan kita pun terjadi atas izin-Nya.
Allah SWT berfirman mengenai kesadaran akan kehadiran-Nya:
“Innallaaha laa yakhfaa ‘alaihi syai’un fil-ardhi wa laa fis-samaa’.”
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ
Artinya: “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak adalah di langit.” (QS. Ali Imran: 5). Kesadaran ini membuat kita berhati-hati dalam bertindak terhadap makhluk apa pun.
Sahabat MQ, cobalah untuk tidak langsung merasa jijik atau ingin membunuh saat melihat serangga yang tidak berbahaya. Bisa jadi, menolong makhluk kecil yang sedang kesulitan adalah jalan bagi Allah untuk memberikan pertolongan besar dalam hidup kita. Setiap bentuk kasih sayang kepada makhluk di bumi akan mengundang kasih sayang dari Sang Pemilik Arsy.
Kasih Sayang yang Mengundang Keberkahan Langit
Pernahkah Sahabat MQ mendengar kisah seorang pelacur yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing? Esensinya adalah rahmat dan kasih sayang yang tulus tanpa mengharap pujian manusia. Begitu pula saat Sahabat MQ melihat kecoak yang telentang; membalikkannya dengan lembut adalah bentuk amal saleh yang nyata.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:
“Irhamuu man fil-ardhi yarhamkum man fis-samaa’.”
ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Artinya: “Sayangilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangimu.” (HR. Tirmidzi). Janji ini berlaku untuk segala jenis kebaikan yang didasari oleh rasa kasih karena Allah semata.
Kita sering kali terlalu fokus pada ibadah besar namun melupakan akhlak kepada sesama makhluk. Sahabat MQ, mari kita latih kepekaan hati untuk melihat peluang pahala di mana saja. Bisa jadi, kemudahan urusan pekerjaan atau pelunasan hutang yang selama ini Sahabat MQ nantikan, datang dari doa makhluk yang pernah kita tolong dengan ikhlas.
Menanam Kebiasaan Baik dalam Hal-Hal Kecil
Menjadi orang baik tidak harus menunggu momen besar atau menjadi kaya raya terlebih dahulu. Sahabat MQ bisa memulai dengan membiasakan diri membersihkan toilet, merapikan sandal, atau sekadar tidak membuang sampah sembarangan. Semua itu adalah ibadah yang jika diniatkan agar Allah suka, akan memberikan dampak luar biasa bagi ketenangan jiwa.
Allah SWT mencintai hamba-Nya yang selalu berusaha menjaga kebersihan dan keindahan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Innallaaha jamiilun yuhibbul-jamal.
” إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَال
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim). Maka, merapikan lingkungan sekitar adalah cara praktis untuk meraih cinta-Nya.
Sahabat MQ, mari kita ubah cara pandang kita terhadap dunia. Setiap benda dan makhluk di sekitar kita adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan konsisten melakukan hal kecil yang Allah sukai, Sahabat MQ akan merasakan perubahan besar dalam cara hidup dan cara Allah memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.