Menghadapi Dua Pilihan yang Sama-Sama Baik
Terkadang kita dihadapkan pada dua pilihan pekerjaan atau peluang yang keduanya tampak menjanjikan dan diridai Allah. Sahabat MQ, rasa ragu itu wajar, namun jangan sampai keraguan tersebut membuat kita menjauh dari Sang Pemberi Rezeki. Kunci utama dalam memilih bukanlah mana yang gajinya lebih besar, melainkan mana yang lebih menjaga iman kita.
Allah SWT memberikan panduan dalam Al-Qur’an:
“Wa may-yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib.”
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2-3).
Sahabat MQ, pilihlah pekerjaan yang tidak membuat kita lalai dari kewajiban beribadah. Karir yang cemerlang di mata manusia tidak akan ada artinya jika membuat hubungan kita dengan Allah menjadi renggang. Ingatlah bahwa tujuan kita bekerja adalah untuk beribadah dan memberikan manfaat, bukan sekadar menumpuk kekayaan materi.
Kapasitas Manusia Terbatas, Kekuatan Allah Tak Terbatas
Banyak dari kita merasa takut tidak mampu mengemban amanah baru karena merasa kapasitas diri yang kecil. Sahabat MQ, sadarilah bahwa kita memang lemah, namun kita memiliki Allah yang Maha Kuat. Jika kita meniatkan segala urusan untuk mencari wajah-Nya, maka Allah-lah yang akan memampukan dan membimbing setiap langkah kita.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu memohon bimbingan-Nya:
“Yaa hayyu yaa qayyuum birahmatika astaghiits, ashlid lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ain.
” يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, perbaikilah urusanku semuanya dan janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri meski sekejap mata.” (HR. An-Nasa’i).
Sahabat MQ tidak perlu cemas akan hari esok selama kita sudah berusaha maksimal dan bertawakal. Karir yang berkah adalah karir yang membuat kita semakin rendah hati dan semakin sering bersujud. Jangan biarkan kesuksesan dunia membuat kita menjadi sombong dan melupakan asal-usul kita sebagai hamba yang tak memiliki daya apa pun.
Etika Berbisnis dan Bekerja yang Allah Sukai
Bagi Sahabat MQ yang bergelut di dunia dagang atau profesional, jujur dan amanah adalah harga mati. Keuntungan yang sedikit namun berkah jauh lebih baik daripada keuntungan melimpah hasil dari ketidakjujuran. Aa Gym menekankan bahwa transaksi sejati terjadi atas izin Allah, maka jangan pernah mengkhianati kepercayaan pembeli atau atasan.
Allah SWT berfirman mengenai timbangan yang jujur:
“Wa auful-kaila idzaa kiltum wazinuu bil-qisthaasil-mustaqiim.”
وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ
Artinya: “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar.” (QS. Al-Isra: 35).
Mari kita jadikan tempat kerja sebagai masjid kedua, di mana setiap peluh dan pikiran bernilai pahala. Sahabat MQ, saat kita bekerja dengan niat mencari rida Allah, maka rasa lelah akan berubah menjadi lillah. Fokuslah memberikan performa terbaik, dan biarkan Allah yang mengatur promosi serta apresiasi yang paling pas untuk diri kita.