Jeritan Misterius di Alam Barzakh yang Menggetarkan Jiwa
Kematian adalah sebuah pintu gerbang kepastian yang akan dilewati oleh setiap makhluk hidup tanpa terkecuali, cepat ataupun lambat. Sahabat MQ, di balik keheningan alam barzakh, terdapat realitas spiritual yang sangat dahsyat dan menggetarkan kesadaran batin manusia yang masih hidup. Setelah melewati fase pertanyaan kubur, ada sekelompok hamba yang mengeluarkan teriakan dengan penuh harap dan penyesalan.
Teriakan tersebut bukanlah permohonan untuk dikembalikan ke dunia demi mengumpulkan harta benda atau meraih kembali jabatan yang telah sirna. Memori manusia ternyata tidak pernah rontok walaupun telah melewati kedahsyatan proses sakaratul maut yang memisahkan jiwa dari raga. Kesadaran mereka justru tertuju pada sebuah institusi mulia yang sering kali diabaikan kepentingannya selama hidup di dunia.
Keinginan mendesak para penghuni kubur yang telah mendapatkan kebaikan di alam barzakh diabadikan dalam riwayat doa:
«يَا رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي»
Artinya: “Ya Rabbku, segerakanlah hari kiamat datang agar aku dapat lekas berkumpul kembali dengan keluargaku.” (HR. Ahmad).
Keluarga Sebagai Sekoci Penyelamat Menuju Dermaga Surga
Pesan mendalam dari alam barzakh tersebut memberikan tamparan keras bagi kita mengenai hakikat dan fungsi utama dari sebuah keluarga. Sahabat MQ harus melihat rumah tangga bukan sekadar tempat berkumpul secara fisik atau sarana penerus keturunan belaka. Keluarga adalah sekoci penyelamat yang sengaja Allah sediakan untuk mengantarkan kita mengarungi samudra dunia menuju dermaga surga.
Sangat disayangkan jika waktu yang berharga bersama anak dan pasangan hanya dihabiskan untuk urusan pemenuhan materi yang fana. Keberhasilan yang sejati adalah ketika seluruh anggota keluarga dapat saling bergandengan tangan dalam ketaatan dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Mari kita tata kembali prioritas hidup agar agenda keselamatan akhirat keluarga menjadi fokus utama yang tidak tergoyahkan.
Visi besar penyelamatan keluarga ini telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kalimat yang tegas:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).
Mempersiapkan Bekal Terbaik Sebelum Pintu Taubat Tertutup Rapat
Selagi napas masih berembus dan jantung masih berdetak, kesempatan untuk memperbaiki diri dan keluarga masih terbuka sangat lebar. Sahabat MQ, jangan menunda-nunda waktu untuk mengetuk pintu ampunan Allah melalui jalan tobat nasuha sebelum ajal datang menjemput. Kematian tidak pernah memilih usia, jabatan, maupun kesiapan seseorang untuk menghadap Sang Pencipta.
Mari kita hiasi hari-hari yang tersisa dengan memperbanyak amal saleh, menjaga lisan, dan mendirikan salat dengan penuh kekhusyukan. Jadikan rumah-rumah kita madrasah iman yang dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan zikir yang mengundang rida-Nya. Hanya dengan bekal ketauhidan dan kesucian hatilah, kita akan mampu menghadapi fase kehidupan berikutnya dengan senyuman kemenangan.
Penyesalan manusia yang terlambat mempersiapkan bekal akhirat digambarkan secara dramatis oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
Artinya: “-(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan’.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100).