Seringkali kita salah mengartikan panjang umur hanya sebagai angka usia yang bertambah. Ustadz Mulyadi menegaskan bahwa melalui silaturahmi, umur seseorang menjadi “panjang” karena keberkahannya; namanya tetap dikenang baik dan amal jariyahnya terus mengalir bahkan setelah ia tiada. Sebaliknya, hidup dalam isolasi dan permusuhan hanya akan membuat waktu berlalu tanpa makna dan penuh penyesalan.
Dampak Buruk Memutus Silaturahmi bagi Psikis dan Spiritual
Secara spiritual, memutus silaturahmi adalah beban berat yang mengotori hati dan menghalangi doa-doa untuk naik ke langit. Orang yang memelihara dendam terhadap kerabatnya cenderung merasa gelisah dan tidak tenang dalam hidupnya. Fikih Islam memberikan panduan bahwa mendahului dalam memberi salam atau memaafkan adalah cara terbaik untuk menyembuhkan luka batin dan memperpanjang keberkahan usia.
Perintah Al-Qur’an untuk Bertakwa Melalui Rahim
Ketakwaan seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya di atas sajadah, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Al-Qur’an dengan tegas memerintahkan kita untuk menjaga hubungan rahim sebagai bentuk penghormatan kepada Allah yang telah menciptakan kita semua. Dengan menjaga silaturahmi, kita menjalankan perintah fundamental yang menjamin keselamatan kita di hari pembalasan nanti.
Artinya: “…dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1).
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.