Mengapa Tidak Perlu Berputus Asa dari Rahmat Allah?

Mungkin sebagian Sahabat MQ merasa sudah terlalu jauh melangkah dalam dosa sehingga merasa tidak layak untuk kembali. Namun, ketahuilah bahwa selama nyawa masih dikandung badan, pintu tobat selalu terbuka lebar. Fitrah kebaikan dalam diri tidak akan pernah hilang sepenuhnya, ia hanya tertutup dan selalu menunggu momentum untuk disucikan kembali melalui tobat yang nasuha. Sahabat MQ Tidak perlu berputus asa dari rahmat Allah karena Allah Maha Pengampun, kasih sayang-Nya tidak terbatas, dan pintu taubat selalu terbuka selama napas masih ada. Putus asa adalah tanda lemahnya iman dan dilarang keras, terutama karena Allah menjamin ampunan bagi semua dosa bagi mereka yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Bahwasannya  Kasih sayang-Nya mendahului murka-Nya, memberikan peluang bagi setiap hamba untuk mendapatkan ampunan-Nya.

Pelajaran Penting dari Detik-Detik Terakhir Firaun

Bahkan Firaun, manusia yang paling sombong dan mengaku sebagai tuhan, pada detik-detik terakhir hidupnya mengakui Rabb Nabi Musa melalui fitrahnya yang terdalam. Hal ini membuktikan betapa kuatnya dorongan fitrah untuk mengenal kebenaran. Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.” (HR. Tirmidzi). Sahabat MQ  Allah menyelamatkan jasad Firaun dari laut agar dapat dilihat oleh manusia setelahnya sebagai bukti nyata kebenaran kisah kehancurannya dan peringatan bagi orang-orang yang melampaui batas. Di antaranya kesombongannya tampak saat diseru Nabi Musa dan Harun a.s. untuk menerima tanda-tanda kebesaran Allah, mengakui risalah keduanya, sehingga mau menuhankan Allah dan beribadah kepada-Nya.              Alih-alih menerima risalah Nabi Musa dan Nabi Harun serta mengesakan Allah, Firaun dan pembesar kaumnya malah menuduh risalah keduanya sebagai sihir. Malahan Firaun sempat mendatangkan para penyihir untuk menantang Musa dan Harun dengan sihir-sihir andalan mereka.     Disebutkan pula, Firaun merupakan penguasa tiran dan sewenang-wenang. Sehingga tidak ada yang berani beriman kepada Musa selain turunan kaumnya. Itu pun  disertai ketakutan terhadap Firaun dan para pengikutnya.

Menjemput Kasih Sayang Allah yang Mahaluas

Sahabat MQ, jangan biarkan masa lalu yang kelam menghalangi masa depan yang cerah. Allah bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim, kasih sayang-Nya melampaui murka-Nya. Mulailah langkah kecil hari ini dengan mengakui segala kelemahan di hadapan Allah dan bertekad untuk kembali ke jalan yang lurus. Ingatlah bahwa setiap tarikan napas adalah kesempatan baru yang diberikan Allah karena Dia masih mencintai Sahabat. Menjemput kasih sayang Allah yang Mahaluas dapat dilakukan dengan bertaubat nasuha, meningkatkan ketaatan, ikhlas dalam ibadah, dan menebar kasih sayang kepada sesama makhluk. Rahmat Allah mendahului murka-Nya, memberikan ampunan atas segala dosa—bahkan bagi yang melampaui batas—selama hamba mau kembali.