Perjalanan menuju Allah seringkali dianggap sulit dan berliku, padahal Kitab Al-Hikam menawarkan jalan pintas melalui penataan hati yang benar. KH. Abdullah Gymnastiar menjelaskan bahwa Allah itu sangat dekat, namun “hijab” atau penghalang dalam diri kitalah yang membuatnya terasa jauh. Menghancurkan ego dan rasa bangga pada diri sendiri adalah cara tercepat untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap keadaan.
Menghancurkan Hijab yang Menghalangi Doa
Banyak orang mengeluh doanya tidak kunjung dikabulkan, padahal mungkin ada penghalang besar dalam hatinya sendiri. Penekanan pada kajian ini adalah pentingnya memiliki rasa butuh yang total (faqir) kepada Allah SWT. Ketika kita merasa tidak memiliki kekuatan apa-apa dan hanya bergantung sepenuhnya kepada-Nya, maka saat itulah pertolongan Allah akan datang dengan cara yang tidak terduga.
Kedekatan Allah dengan Hamba-Nya
Allah berfirman mengenai kedekatan-Nya:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186).
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits Qudsi: