ikhlas

Keikhlasan dalam Beramal

Allah SWT mensyukuri sekecil apapun kebaikan yang dilakukan hambanya dengan Ikhlas, melakukan karena Allah dan Setiap amal baik yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah yang berlipat ganda. Oleh karena itu, jangan pernah meragukan pemberian dari Allah dan jangan cemas terhadap apa yang belum kita miliki. Semua yang ada di dunia ini ada dalam genggaman Allah SWT, dan Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Tidak ada penderitaan yang sia-sia, karena di balik setiap kepahitan seburuk apapun pasti terdapat nikmat dan hikmah dari Allah. Saat kita merasa cemas atau berlebihan dalam memikirkan masa depan, ingatlah bahwa Allah telah memberikan kita begitu banyak nikmat sepanjang hidup kita. Tidak ada satupun detik dalam hidup kita yang lepas dari karunia-Nya.

Oleh karena itu, ucapan Alhamdulillahirabbil‘alamin (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam) lebih berharga dari segala nikmat apapun yang diberikan Allah. Ucapan ini adalah bentuk rasa syukur yang seharusnya kita panjatkan setiap saat. Semua urusan mereka tetap dalam pengaturan dan kehendak Allah SWT.

تِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ

شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ

kutiba ‘alaikumul-qitâlu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asâ an takrahû syai’aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asâ an tuibbû syai’aw wa huwa syarrul lakum, wallâhu ya‘lamu wa antum lâ ta‘lamûn

Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah:216)

Bersyukur dan Berbaik Sangka kepada Allah

Orang yang bersyukur selalu mengucapkan Alhamdulillah, karena dia yakin bahwa semua nikmat apapun itu merupakan pemberian dari Allah SWT. Setiap kenikmatan yang kita terima, baik yang besar maupun kecil, adalah milik Allah dan berasal dari-Nya.

Seringkali, kita merasakan kesengsaraan karena kita lupa untuk mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan, atau kita tidak yakin dengan janji-janji Allah. Kita juga mungkin kurang merenungkan dan memikirkan apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Padahal, Allah senantiasa menyaksikan segala sesuatu, Dia mengetahui setiap pikiran kita, bahkan yang tersembunyi di dalam hati dan di balik pandangan mata kita.

Allah menginginkan kita untuk menjadi ahli surga, dan salah satu cara-Nya untuk membersihkan kita dari dosa-dosa adalah melalui ujian, cobaan, dan kesulitan. Ketika kita menghadapi kepahitan, fitnah, atau penyakit, itu bukanlah akhir dari segalanya. Justru, itu adalah kesempatan bagi kita untuk mendapatkan hikmah yang besar dan untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Dalam setiap ujian, ada pelajaran dan proses pembersihan diri yang memungkinkan kita kembali kepada-Nya dengan selamat.

Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu” adalah hadis dari Rasulullah SAW yang mengajarkan umatnya untuk menyayangi semua makhluk Allah SWT. Hadist ini diriwayatkan oleh at-Thabrani, at-Tirmidzi, dan Abu Daud. 

Nikmat Allah yang Tak Terbatas

Kita harus yakin bahwa segala nikmat yang kita rasakan berasal dari Allah, dan nikmat-Nya tiada bertepi. Hidup kita ini sejatinya ditenggelamkan dalam lautan nikmat yang sangat banyak, yang seharusnya kita syukuri setiap saat. Jika kita ingin benar-benar menjadi ahli syukur, kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dalam segala kondisi, apapun yang Allah takdirkan kepada kita, karena kita adalah milik-Nya. Allah Maha Baik dan akan selalu berbuat baik, bahkan ketika kita ditimpa sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita. Dalam situasi tersebut, kita harus menerima takdir-Nya dengan keridhaan. Ridha kita menerima takdir Allah adalah bentuk dari syukur yang Allah sendiri mensyukuri.

Jika kita ingin terus mendapatkan nikmat dari Allah, maka lakukanlah kebaikan, sekecil apapun itu, di mana pun dan kapan pun. Allah akan mensyukuri setiap kebaikan yang kita lakukan. Kebaikan ini bisa berupa amal shaleh, berbuat baik kepada sesama, serta menjauhi maksiat, yang merupakan hal-hal yang Allah sukai. Bahkan, jika kita merasa tergoda untuk berbuat dosa, tetapi kita menahan diri karena takut kepada Allah, itu pun merupakan hal yang Allah syukuri.

Menjadi Jalan Kebaikan bagi Orang Lain

Allah mengetahui siapa yang menjadi jalan rezeki bagi makhluk-Nya. Mudah bagi Allah untuk memilih kita menjadi perantara kebaikan bagi orang lain. Kita bisa menjadi jalan bagi mereka dalam berbagai hal: jalan ilmu, jalan rezeki, jalan hidayah, atau jalan tobat bagi hamba-hamba Allah yang lainnya. Setiap kali kita menjadi perantara kebaikan tersebut, kita akan mendapatkan pahala dari Allah. Ini adalah suatu keberkahan yang luar biasa, karena kita tidak hanya mendapat manfaat dari nikmat yang diberikan Allah, tetapi juga menjadi sebab bagi kebaikan yang diterima oleh orang lain.

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

wa anfiqû fî sabîlillâhi wa lâ tulqû bi’aidîkum ilat-tahlukati wa aḫsinû, innallâha yuḫibbul-muḫsinîn

Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah:195)

Program: Inspirasi Malam – Kajian Ma’rifatullah
Narasumber: KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)