Mengapa Harta Perlu Dibersihkan?

Apakah Anda merasa rezeki sulit mengalir atau harta cepat habis tanpa bekas? Mungkin ada hak orang lain yang masih tersangkut di dalam harta Anda. Prof. Miftah Faridh menekankan pentingnya Zakat Mal sebagai instrumen pembersih harta dan jiwa. Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan bentuk ketaatan yang menjamin keberkahan dan pertumbuhan harta bagi mereka yang melaksanakannya secara istiqamah.

    Jaminan Allah, Zakat Tidak Membuat Miskin

Banyak orang khawatir akan menjadi miskin jika mengeluarkan 2,5% dari hartanya, padahal Allah telah menjamin sebaliknya. Tidak akan pernah ada pengusaha yang bangkrut karena zakat; justru Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda dari jalan yang tidak disangka-sangka. Selain zakat tahunan dari bisnis atau tabungan, ada juga zakat rikaz (harta temuan/rezeki nomplok) sebesar 20% yang sering kali luput dari perhatian kita.

Allah berfriman dalam Al-Qur’an (Surah At-Taubah: 103):

    خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

Artinya: (Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…)

    Jenis Zakat yang Sering Terlupakan

Membersihkan hati dari sifat kikir dan tamak adalah tujuan utama dari ibadah maliyah ini. Dengan berbagi, kita sebenarnya sedang menabung untuk masa depan abadi di akhirat sekaligus meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari mulai teliti kembali aset dan simpanan kita di bulan Syawal ini, pastikan semuanya telah bersih melalui zakat agar hidup lebih tenang dan penuh keberkahan.

Rasulullah bersabda:

    مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

  Artinya:  (Sedekah tidak akan mengurangi harta.) (HR. Muslim)