Antusiasme dalam Ikhtiar

Seringkali orang menganggap tawakal adalah pasrah total tanpa melakukan apa-apa. Aa Gym meluruskan bahwa ciri orang yang yakin pada takdir justru sangat antusias dan semangat (ihris ala ma yanfauk). Mereka bekerja maksimal karena kerja adalah ibadah, namun mereka tidak menggantungkan hati pada hasil kerja tersebut. Mereka bergerak lincah seperti Siti Hajar yang berlari antara Shafa dan Marwah meskipun di padang pasir yang gersang.

Menghindari Kalimat “Seandainya”

 Salah satu lubang setan adalah perkataan “seandainya saya tidak lewat sana, pasti tidak akan begini”. Kalimat ini menunjukkan ketidakridaan pada takdir yang telah terjadi. Orang yang tawakal akan berkata “Qaddarullah” (Sudah ketetapan Allah) atas hasil yang tidak sesuai harapan, lalu mereka segera bangkit untuk mencoba lagi dengan cara yang lebih baik.

Hadist Keutamaan Mukmin Kuat

Rasulullah SAW bersabda mengenai semangat dalam beramal:

 الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ… احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجِزْ

Artinya: (“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah… Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.”)HR. Muslim.