Perlindungan Allah yang Mutlak

Banyak orang merasa terancam ketika ada pihak lain yang mencoba memfitnah atau mencelakakan mereka. Namun, prinsip Ma’rifatullah mengajarkan bahwa tidak ada satu pun bahaya yang bisa menyentuh kita tanpa izin Allah. Jika Allah tidak menghendaki kita celaka, maka ribuan orang yang membenci kita pun tidak akan bisa berbuat apa-apa. Fokuslah pada perlindungan Allah, bukan pada ancaman manusia.

Ketenangan dalam Tawakal

Kunci agar tidak “riweuh” (repot/pusing) menghadapi orang jahat adalah dengan banyak bertaubat dan bertawakal. Seringkali musuh dikirim Allah sebagai pengingat agar kita lebih dekat kepada-Nya. Dengan menjaga aturan Allah (Ihfazhillah), maka Allah-lah yang akan langsung menjaga kita (Yahfazhka). Ketenangan ini lahir dari keyakinan bahwa Allah Maha Melihat setiap kezaliman yang terjadi.

Perisai dari Al-Qur’an

Al-Qur’an memberikan ketegasan bahwa tidak ada musibah kecuali atas izin Allah:

 قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: (Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.”)QS. At-Taubah: 51