Keteladanan Ketaatan Sang Istri Shalihah
Menjalani kehidupan rumah tangga selalu membutuhkan figur teladan, dan Sahabat MQ dapat menemukannya dalam diri Ibunda Mariyah al-Qibtiyah. Beliau mencontohkan bagaimana ketaatan total kepada suami menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ketaatan yang ditunjukkan ini bukan lahir dari keterpaksaan, melainkan murni sebagai buah dari keimanan yang menancap kuat di dalam dada seorang mukminah.
Sikap patuh dan rasa hormat yang ditunjukkan Mariyah kepada Rasulullah SAW membuat hari-hari di kediaman nabi senantiasa dipenuhi dengan ketenteraman. Beliau memahami betul bahwa menyenangkan hati suami adalah salah satu pintu surga yang paling mudah diakses oleh seorang istri dalam kehidupan sehari-hari. Hal sekecil apa pun yang disukai oleh Rasulullah SAW selalu diusahakan dengan penuh kelapangan dada dan keikhlasan.
Tidak heran jika sosoknya sangat dicintai dan dihormati di lingkungan keluarga kenabian karena membawa kesejukan tersendiri. Ketaatannya menjadi wujud nyata dari keindahan Islam yang mengatur relasi suami istri, selaras dengan jaminan indah dari lisan mulia Nabi SAW:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau kehendaki’.” (HR. Ahmad)
Kehadiran Ibrahim Sebagai Permata Hati
Puncak kebahagiaan dalam rumah tangga yang dibangun dengan ketaatan sering kali dihadirkan Allah melalui karunia keturunan yang menyejukkan pandangan. Ketaatan Mariyah al-Qibtiyah berbuah manis ketika Allah SWT menitipkan janin mulia di dalam rahimnya yang suci. Kabar kehamilan ini membawa kegembiraan yang luar biasa, tidak hanya bagi Mariyah, tetapi juga bagi Rasulullah SAW yang sangat mendambakan kehadiran keturunan.
Ketika tiba masanya, lahirlah seorang bayi laki-laki yang wajahnya memancarkan cahaya kenabian, yang kemudian diberi nama Ibrahim. Kelahiran Ibrahim menjadi bukti keutamaan Mariyah, sekaligus menjadi jawaban atas doa-doa panjang yang dipanjatkan kepada Sang Khalik. Allah SWT mengabadikan betapa pentingnya doa meminta keturunan yang saleh sebagaimana termaktub dalam Surat As-Saffat ayat 100:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
Kehadiran Ibrahim tentu saja semakin mengikat jalinan cinta dan kasih sayang di antara Rasulullah SAW dan Mariyah. Sahabat MQ pasti bisa membayangkan bagaimana rasa syukur yang tak terhingga membuncah di dada seorang ibu yang berhasil melahirkan buah hati bagi manusia paling agung. Momen kelahiran ini tercatat sebagai salah satu kebahagiaan terbesar dalam sejarah kehidupan keluarga Rasulullah.
Kedudukan Istimewa di Mata Rasulullah
Meskipun telah dikaruniai seorang putra yang sangat disayangi Nabi, Mariyah tetaplah sosok yang bersahaja dan jauh dari sifat sombong. Beliau tidak pernah menggunakan anugerah tersebut untuk mencari pengakuan berlebih atau bersikap angkuh di hadapan istri-istri Nabi yang lain. Kerendahan hatinya inilah yang justru semakin memancarkan pesona akhlak mulia dan menambah kedudukannya di hati sang suami.
Rasulullah SAW senantiasa memberikan perlakuan yang penuh kelembutan serta perhatian ekstra kepada Mariyah dan putranya, Ibrahim. Waktu-waktu luang di tengah kesibukan mengurus umat senantiasa diluangkan oleh Nabi untuk sekadar menengok dan bercengkerama dengan buah hatinya. Kedudukan istimewa ini adalah buah manis dari keikhlasan seorang perempuan dalam menempatkan ketaatan pada porsi yang seharusnya.
Bagi Sahabat MQ, pelajaran berharga terpampang nyata bahwa keistimewaan dalam rumah tangga tidak didapat melalui tuntutan yang berlebihan kepada pasangan. Ketaatan, keikhlasan, dan kerendahan hatilah yang justru akan menarik cinta sejati, melahirkan keberkahan, sekaligus mendatangkan rahmat dari Sang Pencipta alam semesta.