ktt

KTT di Doha : Menanti Tindakan Nyata Untuk Gaza

MQFMNETWOK.COM | BANDUNG – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat Arab-Islam di Doha yang berakhir pada Senin lalu masih menyisakan tanda tanya besar. Pertemuan penting yang mempertemukan para pemimpin negara mayoritas Muslim dan negara-negara Arab itu diharapkan mampu melahirkan langkah konkret untuk menghentikan agresi Israel di Gaza. Namun, hasilnya dinilai belum cukup kuat. Sementara itu, serangan brutal Israel terus berlangsung, menelan korban jiwa, menghancurkan fasilitas sipil, dan memperburuk krisis kemanusiaan. Dunia Islam kini dituntut untuk tampil dengan aksi nyata, bukan hanya berhenti pada pernyataan diplomatik.

KTT ini digelar sebagai respons atas serangan udara Israel pada 9 September lalu yang menargetkan wilayah Qatar, diduga menjadi lokasi pertemuan pejabat Hamas. Serangan tersebut memicu kecaman keras dari negara-negara Arab dan Islam karena dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Qatar sekaligus upaya melemahkan mediasi yang tengah dilakukan negara Teluk tersebut.

Qatar sendiri memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai mediator antara Palestina dan Israel, tetapi juga karena menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat. Namun, kenyataannya, setelah KTT usai, serangan di Gaza bukannya mereda, justru semakin masif. Blokade ketat membuat bantuan kemanusiaan sulit masuk, sementara ribuan warga sipil, termasuk anak-anak, terus menjadi korban kebiadaban Zionis.

Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D, menegaskan bahwa resolusi KTT seharusnya tidak hanya bersifat simbolis. Dengan kekuatan politik dan ekonominya, harus mampu menerjemahkan kesepakatan dalam bentuk tekanan nyata terhadap Israel. Tanpa itu, Israel akan terus melancarkan pembunuhan, pengusiran paksa, hingga menciptakan kelaparan dengan tujuan mengosongkan Gaza dari rakyat Palestina.

Qatar menilai tindakan Israel jelas melanggar hukum internasional. Namun, tantangan mendasar tetaplah adanya dukungan penuh dari Amerika Serikat kepada Israel. Selama faktor ini masih dominan, penyelesaian konflik akan sangat sulit tercapai. Inilah sebabnya, persatuan dunia Islam menjadi syarat mutlak. Selama kepentingan nasional masing-masing negara lebih diutamakan, maka isu Palestina akan selalu menghadapi jalan buntu.

Beberapa langkah nyata yang dapat ditempuh untuk membantu Gaza antara lain:

  1. Mengirimkan kapal flotilla yang membawa pasokan kebutuhan pokok dan bantuan medis.
  2. Menggerakkan aksi demonstrasi damai masyarakat sipil untuk menekan pemerintah mereka lebih tegas terhadap Israel.
  3. Memaksimalkan kekuatan media dan dunia digital untuk memviralkan tragedi Gaza, sehingga opini publik global, termasuk masyarakat Israel dan Amerika Serikat, bisa menekan para pengambil kebijakan.

KTT di Doha seharusnya menjadi momentum kebangkitan solidaritas dunia Islam. Palestina tidak hanya membutuhkan doa dan dukungan moral, tetapi juga langkah nyata yang mampu menghentikan penderitaan panjang rakyat Gaza.

Program : Sudut Pandang
Narasumber : Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D
Penyiar : Rizki Alfaris – Syifa Khoirun Nisa