Secara bahasa, kata “Syawal” memiliki arti kenaikan atau peningkatan. Hal ini mengandung pesan mendalam bahwa setelah digembleng di madrasah Ramadan, seorang mukmin seharusnya mengalami peningkatan kualitas dalam segala aspek kehidupan. Baik itu peningkatan dalam kualitas salat, kejujuran dalam bekerja, maupun kelembutan dalam bertutur kata kepada sesama anggota keluarga.
Tanda Diterimanya Amal Ramadan
Salah satu indikator bahwa ibadah Ramadan seseorang diterima oleh Allah SWT adalah munculnya keinginan untuk melakukan kebaikan setelahnya. Melaksanakan amaliah di bulan Syawal, seperti puasa enam hari dan mempererat silaturahmi, merupakan bukti nyata bahwa benih-benih takwa yang ditanam saat Ramadan mulai tumbuh dan berbuah. Sebaliknya, kembali pada kemaksiatan setelah Ramadan usai adalah tanda yang mengkhawatirkan bagi kesehatan spiritual.
Membangun Fondasi untuk Sebelas Bulan Mendatang
Bulan Syawal adalah garis start yang sesungguhnya untuk mengarungi kehidupan di bulan-bulan berikutnya. Jika pondasi di bulan ini sudah kuat dengan amalan-amalan sunah, maka langkah menuju Ramadan tahun depan akan terasa lebih ringan. Fokus pada perbaikan diri secara perlahan namun pasti jauh lebih baik daripada melakukan lompatan besar namun hanya bertahan sesaat.
Allah SWT berfirman:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: “…agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183 – sebagai tujuan akhir dari rangkaian ibadah Ramadan dan Syawal)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.