Sikap Visioner Rasulullah terhadap Inovasi Medis

Sahabat MQ harus menyadari bahwa Rasulullah adalah pribadi yang sangat visioner dan tidak anti-perubahan. Beliau melegitimasi penggunaan bekam (cupping) yang sebenarnya sudah ada sejak peradaban Tiongkok kuno, karena beliau melihat manfaat nyatanya. Namun, beliau juga memperbaiki prosedurnya agar lebih manusiawi dan aman. Sikap selektif dan terbuka inilah yang seharusnya kita miliki: mengambil yang bermanfaat dan membuang yang berbahaya. Hidup sehat dan selalu segar bugar setiap hari bukanlah hal yang sulit jika Anda tahu caranya. Yuk ikuti tips hidup sehat ala Rasulullah SAW yang mudah untuk dicontoh sejak dini.

Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam kehidupan masyarakat muslim. Bukan hanya dalam kehidupan beribadahnya saja, namun juga dalam kesehariannya termasuk pola dan gaya hidup yang diterapkannya.

Apalagi menurut sejarah, Rasulullah SAW terhitung hanya pernah sakit sebanyak 2 kali saja yaitu ketika diberi makanan beracun oleh orang Yahudi dan ketika menjelang wafatnya. Rasulullah SAW sangat memperhatikan kebersihan tubuhnya sehingga kesehatannya pun terjaga dengan baik. Contohnya adalah selalu menyempurnakan wudhunya dan terbiasa mencuci tangan dengan benar hingga sela-sela jarinya sehingga bersih optimal. Hal tersebut menjadikan beliau selalu sehat dan tak pernah mengalami masalah pencernaan meski selalu makan dengan menggunakan tangan.

Selain menjaga kebersihan tangan, Rasulullah SAW juga selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan cara menyikatnya dengan kayu siwak serta berkumur setiap wudhu.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Rabb’.” (HR. An-Nasa’i no. 5 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih An-Nasa’i).

Diketahui siwak memiliki kandungan fluor alami yang berguna untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Menjaga kebersihan mulut dan gigi merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menjadi Muslim yang Cerdas dan Tidak Mudah Tertipu

Di era informasi yang sangat cepat ini, banyak klaim pengobatan yang mengatasnamakan “agama” namun ternyata palsu atau tidak memiliki izin medis. Sahabat MQ diajak untuk selalu melakukan tabayyun (cek dan ricek). Pilihlah pengobatan yang memiliki bukti klinis yang kuat (Evidence Based Medicine), karena itulah bentuk ketaatan kita pada perintah Allah untuk menggunakan akal pikiran dalam menjaga amanah tubuh. MUSLIM dituntut menjadi seorang yang cerdas dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh isu yang ditebar berbagai pihak.

Kita harus menjadi Muslim yang lebih memahami agama yang kita yakini sebagai sumber aturan yang menata hidup kita.Dan tidak ada jalan untuk meraih hal itu kecuali terus mempelajari agama ini dengan baik. Terus memperdalam dan menguatkan ke-Islaman kita dengan belajar kepada guru-guru yang kita percayai. Dengan rajin menghadiri majlis-majlis ilmu baik secara daring maupun secara luring. Karena seorang Muslim yang mempunyai kedalaman pemahaman tidak akan mudah ditipu dengan propaganda-propaganda palsu.

Bergantung Hanya kepada Sang Penyembuh Sejati

Sehebat apa pun dokter dan secanggih apa pun peralatan rumah sakit, mereka hanyalah perantara. Sahabat MQ, kesembuhan tetaplah milik Allah sepenuhnya. Keyakinan ini harus tertanam kuat di hati agar kita tidak jatuh pada kesyirikan medis. Seperti doa Nabi Ibrahim as. yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80). Berobatlah dengan ikhtiar yang paling canggih, namun bertawakallah dengan iman yang paling teguh. Makna Asy-Syafi adalah yang darinyalah kesembuhan. Mengobati hati dari syubhat, keragu-raguan, hasad, dengki, dan penyakit-penyakit hati yang lain. Juga mengobati dari penyakit badan dan memberikan kesembuhan. Semua itu tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Nya. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Dia. Sebagaimana kata Nabi Ibrahim:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: “dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” [Quran Asy-Syu’ara:80].

Maksudnya, dialah yang esa, satu-satunya yang menyembuhkan. Tidak ada sekutu baginya dalam permasalahan ini. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk memiliki akidah yang kokoh dalam permasalahan ini. Bahwasanya tidak ada kesembuhan kecuali dari Allah. Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskan dalam doa tersebut:

لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ

Artinya: “Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali Engkau.”

Dengan demikian, cara terbaik untuk memohon kesembuhan kepada Allah adalah dengan bertawasul kepada-Nya dengan keesaan perbuatan-Nya dalam meberi kesembuhan. Mantab dalam hati dan lisan kita saat berdoa bahwa tidak ada kesembuhan kecuali atas izinnya. Karena semua perkara ada di tangan-Nya. Dan makhluk ciptaan ini adalah ciptaan-Nya. Semua yang terjadi ini atas perbuatan dan pengaturan-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi dan yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi. Dan tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.