uangg

RESHUFFLE KABINET : MENEROPONG PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Reshuffle kabinet baru saja dilakukan pemerintah di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik. Pergantian sejumlah posisi di jajaran menteri, khususnya di bidang ekonomi, dipandang sebagai langkah untuk memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Di satu sisi, reshuffle ini membuka harapan baru bagi dunia usaha dan investasi. Namun di sisi lain, publik tentu menanti langkah konkret yang segera dapat dirasakan masyarakat, terutama terkait ketersediaan lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta terwujudnya keadilan ekonomi.

Menurut pemberitaan Reuters, perubahan paling mencolok terjadi pada posisi Menteri Keuangan. Sri Mulyani Indrawati yang dikenal karena ketegasan dan kredibilitasnya resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian ini sontak memicu guncangan pasar. IHSG tercatat melemah sekitar 1,3%, sementara nilai tukar rupiah juga tertekan hingga memaksa Bank Indonesia melakukan intervensi demi meredam ketidakstabilan.

Teguh Yudo Wicaksono, Ph.D menilai, dalam strategi kebijakan ekonomi, khususnya pada Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal, terdapat dua pendekatan utama yang selama ini menjadi pijakan :

  1. Strategi stabilitas (Pro-Stability)
  2. Strategi fiskal pro-pertumbuhan

Ke depan, indikator yang bisa dipantau publik untuk menilai efektivitas reshuffle di sektor ekonomi mencakup sejumlah tantangan besar, di antaranya menjaga daya beli masyarakat serta mempercepat penciptaan lapangan kerja. Selain itu, laju pertumbuhan domestik bruto (PDB) juga akan menjadi tolok ukur penting dalam mengukur keberhasilan kebijakan ekonomi pasca-reshuffle.

Pada akhirnya, ada dua hal mendasar yang perlu dijaga bersama. Pertama, jangan sampai dinamika politik menimbulkan ketidakpastian bagi iklim investasi. Kedua, tetap memupuk optimisme bahwa perekonomian Indonesia mampu bangkit dan berkembang lebih baik.

Program : Inspirasi Pagi – Sudut Pandang
Narasumber : Teguh Yudo Wicaksono, Ph.D
Penyiar : Rizqi Alfaris – Syifa Khoirun Nisa