Mendidik Anak Dengan Perhatian
Sahabat MQ, pernahkah kita menyadari bahwa perhatian kecil yang kita berikan kepada anak ternyata bisa menjadi hadiah terbesar dalam perjalanan tumbuh kembangnya? Sesederhana mendengarkan ceritanya dengan penuh antusias, menatap matanya dengan tulus, atau meluangkan waktu di tengah kesibukan, semua itu mampu menghadirkan rasa kasih sayang yang mendalam. Di tengah derasnya arus pekerjaan dan kehidupan modern yang semakin cepat, perhatian seperti inilah yang justru paling dibutuhkan anak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa mendidik dan menjaga anak bukan hanya tugas sosial, melainkan kewajiban agama. Anak bukan milik kita sepenuhnya, melainkan amanah dari Allah yang dititipkan agar kita jaga dengan sebaik-baiknya. Amanah ini akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah.
Tanggung jawab orang tua tidak hanya memastikan anak mendapat pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan. Rasulullah mengajarkan agar anak-anak dibimbing dalam shalat, dididik untuk membaca Al-Qur’an, mencintai Rasulullah, mencintai Ahlul Bait, serta berakhlak mulia. Semua itu bukan sekadar perintah, tetapi bekal agar anak terhindar dari api neraka.
Selain itu, perhatian orang tua juga berperan besar dalam membentuk karakter anak, salah satunya dalam hal kejujuran. Ketika anak berani jujur, walaupun sederhana, itu patut diapresiasi. Orang tua bisa merespon dengan senyuman, obrolan hangat, atau pelukan. Sikap ini membuat anak merasa dihargai, bukan dihakimi.
Setiap anak memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, bentuk perhatian yang diberikan juga perlu disesuaikan. Ada anak yang senang diajak bicara panjang lebar, ada yang cukup dengan ditemani dalam aktivitasnya. Dengan demikian, anak merasa diperhatikan tanpa merasa “diperintah”. Ia akan merasa ditemani, didampingi, dan disayangi.
Pada akhirnya, perhatian orang tua bukan hanya membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tua, tetapi juga menjadi jalan agar anak lebih mudah menerima nilai-nilai agama. Dengan kasih sayang dan perhatian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat imannya serta berakhlak mulia.
Sahabat MQ, mari kita jadikan perhatian kepada anak sebagai investasi terbaik, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Sebab, anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan didikan iman akan menjadi penolong bagi orang tuanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Program : Inspirasi Keluarga – Sekolah Ayah
Narasumber : Kang Arif Rahman Lubis (Founder Teladan Rasul)
Penyiar : Mochammad Dava – Zahra (MQFM JOGJA)