keluargaa

Mendidik Anak Dengan Perhatian (Bagian 3)

Pentingnya peran ayah dalam keluarga, bukan hanya sebagai pemberi nafkah, tetapi juga sebagai pemimpin yang hadir, mengayomi, dan mendidik anak-anak dengan perhatian. Ayah bukan sekadar menyediakan fasilitas, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keluarga dari api neraka, berakhlak baik, dan memberi kasih sayang yang utuh.

Bagi Para suami, para ayah, laki-laki dewasa yang memiliki tanggung jawab mulia dalam keluarga mencakup peran ibu yang mendampingi perlu diketahui anak-anak membutuhkan perhatian, terutama anak perempuan yang fitrahnya membutuhkan perlindungan dan kasih sayang dari ayah. Semua tanggung jawab dan perhatian ini dimulai dari rumah, tempat anak-anak tumbuh, belajar, dan mencontoh sikap kedua orang tuanya. Rumah menjadi pusat pendidikan akhlak, perhatian, dan pembentukan karakter anak.

Perhatian ayah dibutuhkan sejak anak kecil hingga remaja bahkan ketika dewasa. Hadirnya ayah secara konsisten di setiap fase tumbuh kembang sangat berpengaruh terhadap mental, kematangan emosional, serta perilaku anak dalam menghadapi fitnah zaman, termasuk pergaulan dan paparan gadget.

Di zaman sekarang banyak ujian, mulai dari pergaulan bebas, kemudahan akses informasi, hingga kurangnya kasih sayang dari orang tua, terutama ayah. Kurangnya perhatian ayah dapat membuat anak mencari perhatian di luar, termasuk berpacaran sejak dini. Ketika ayah hadir, mengayomi, dan memberi contoh yang baik, anak akan lebih paham batasan, nilai akhlak, dan tidak mudah terjerumus dalam fitnah zaman. Ayah menjalankan perannya dengan:

  1. Menjadi pemimpin yang bermusyawarah, 
  2. Menafkahi, namun tidak berhenti di situ.
  3. Muasyarah, yakni berakhlak baik kepada keluarga.
  4. Menjaga diri dan keluarga dari api neraka, dengan keteladanan dan arahan.
  5. Memberikan kasih sayang, mengajak anak bicara, menjadi tempat pulang yang aman.

Dengan hadirnya ayah dan ibu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang siap menjadi suami, istri, ayah, atau ibu yang penuh perhatian di masa depan. Kehadiran orang tua adalah investasi kebaikan yang akan kembali pada anak hingga dewasa.

Perhatian ayah bukan hanya pelengkap, tetapi kebutuhan jiwa bagi anak-anak. Ayah yang hadir secara emosional, spiritual, dan fisik akan membentuk anak yang kuat mental, terarah akhlaknya, dan terhindar dari berbagai fitnah zaman. Dengan memaafkan masa lalu dan memperbaiki cara mendidik hari ini, orang tua dapat memberikan warisan terbaik bagi generasi berikutnya: kasih sayang, keteladanan, dan perhatian yang tulus.


Program: Inspirasi Keluarga – Sekolah Ayah
Narasumber: Kang Arif Rahman Lubis
Penyiar: Dava – Zahra (MQFM Jogja)